Page 449 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 449

Dr. Fadli Zon, M.Sc





                                                (11)

                           INI MOMENTUM BUAT EMAK-EMAK
                                UNTUK MEMPERJUANGKAN
                                    PERUBAHAN POLITIK


                            ARI  Hari Ibu, yang diperingati tiap tanggal 22 Desember,
                            berbeda dengan peringatan Mother’s Day di luar negeri. Jika
                            Mother’s Day merupakan penghormatan terhadap peran
                            domestik kaum perempuan, maka peringatan Hari Ibu di
               HIndonesia merupakan peringatan terhadap perjuangan
                 emansipasi kaum perempuan.

                      Peringatan  Hari  Ibu  di Indonesia,  menggunakan  bahasa  hari ini,
                 adalah peringatan atas The Power of Emak-emak. Sejak Kongres Perempuan
                 Indonesia I, 22 Desember 1928 di Yogyakarta, perempuan Indonesia
                 memang telah memiliki kesadaran kolektif bahwa mereka merupakan
                 bagian dari pergerakan nasional. Kesadaran itu tak ada bedanya dengan
                 kesadaran perempuan Indonesia hari ini yang menginginkan adanya
                 perubahan politik dan kepemimpinan nasional.
                      Saat ini perempuan adalah kunci penting perubahan. Baik dalam
                 kajian ilmu politik maupun manajemen, analisisnya serupa. Beberapa
                 pakar marketing, misalnya, menyebut zaman sekarang sebagai New Wave
                 Culture, sebuah gelombang budaya baru yang menandai pergeseran yang
                 berkebalikan dengan gelombang sebelumnya. Berbeda dengan zaman
                 sebelumnya, dunia saat ini didominasi oleh 3 kekuatan besar, yaitu anak
                 muda (youth), emak-emak (women) dan netizen. Posisi emak-emak, atau
                 kaum perempuan, benar-benar vital.
                      Perempuan kini telah menjelma menjadi sebuah segmen politik yang
                 penting.  Mereka,  yang  sensitif  terhadap  harga  kebutuhan  pokok,  yang
                 peka terhadap mahalnya biaya pendidikan, awas terhadap bahaya narkoba
                 dan pergaulan bebas bagi anak-anaknya, telah menjadi kelompok penekan
                 yang efektif atas sejumlah kebijakan publik pemerintah. Perempuan kini
                 tumbuh menjadi kelompok kritis dan oposan.

                      Menurut survei tentang perilaku pemilih,  tingkat kesetiaan kaum



                474 KATA FADLI
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454