Page 278 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 278

PENUTUP






                  Perubahan  yang  dialami  parlemen  akibat  pergantian  pemerintahan
                  atau  sistem  pemerintahan  tak  selamanya  buruk.  Pergantian  peme-
                  rintahan dari Orde Lama ke Orde Baru, misalnya, berimplikasi terha-
                  dap peran dan kedudukan lembaga perwakilan rakyat, yang ketika itu
                  bernama  Dewan  Perwakilan  Rakyat  Gotong-Royong  (DPR-GR).  Per-
                  gantian  pemerintahan  tersebut  membawa  perubahan  positif,  karena
                  DPR-GR sebagai lembaga legislatif tidak lagi menjadi bagian atau ber-
                  ada di bawah presiden (eksekutif) seperti di era Demokrasi Terpimpin
                  sebelumnya.

                  Tapi, sekali lagi, perubahan kepentingan peme-
                  rintahan  bisa  saja  mengubah  situasi  yang  ta-
                  dinya  positif  menjadi  mundur  kembali.  Ketika      Keberadaan DPR di
                  DPR-GR selesai masa baktinya dan parlemen
                  menjadi DPR hasil Pemilu 1971, Orde Baru ter-          era tersebut lebih
                  nyata kemudian mengubah format politiknya.             dimaksudkan untuk
                                                                         menunjukkan bukti
                  Seiring  dengan  format  politik  yang  kemudian
                  dibangun pemerintahan Orde Baru, yang diori-           bahwa pemerintahan
                  entasikan mendukung kebijakannya yang fokus            Orde Baru bersifat
                  pada pembangunan ekonomi, harapan terhadap
                  hadirnya  parlemen  dengan  peran  dan  fungsi         demokratis, dengan
                  yang ideal pun pupus. Pembangunan ekonomi              diselenggarakannya
                  mensyaratkan  topangan  jaminan  stabilitas  po-
                  litik  dan  keamanan  nasional,  DPR-RI  akhirnya      pemilu setiap lima tahun
                  menjadi lembaga dan kekuatan politik yang di-          sekali.
                  desain dan diarahkan untuk mendukung penuh
                  pelaksanaan pembangunan ekonomi tersebut.


                  Agar  lebih  efektif  mengontrol  DPR/MPR,  pe-
                  merintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto selalu melandasi
                  segala tindakannya secara konstitusional. Ini terlihat dari serangkaian
                  ketetapan MPRS yang lahir di bawah kendalinya, termasuk membuat
                  strategi melalui pemilihan umum.

                  Dengan demikian, keberadaan DPR di era tersebut lebih dimaksudkan
                  untuk menunjukkan bukti bahwa pemerintahan Orde Baru bersifat de-
                  mokratis, dengan diselenggarakannya pemilu setiap lima tahun sekali.
                  DPR seperti dijadikan sumber legitimasi atas tindakan dan semua ke-
                  bijakan pemerintah.








                    dpr.go.id                                                                              271
   273   274   275   276   277   278   279   280   281