Page 274 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 274

DINAMIKA DAN PERANAN DPR-RI DALAM MEMPERBAIKI
                                                                                  KEHIDUPAN BERNEGARA PADA ERA REFORMASI (1998-2018)





                  Pendeknya masa kepemimpinan Ade karena ia melakukan pelanggar-
                  an etika. Pada masa kekuasaannya, Ade Komarudin dituduh memin-
                  dahkan  sejumlah  BUMN  yang  mendapat  penyertaan  modal  negara
                  (PMN)  menjadi  mitra  kerja  Komisi  XI.  Sebelumnya,  sejumlah  BUMN
                  yang memperoleh PMN tersebut merupakan mitra kerja Komisi VI. Se-
                  lain itu, ia juga dituduh memperlambat proses pembahasan Rancang-
                  an Undang-Undang Pertembakauan.


                  Pelanggaran-pelanggaran  yang  dilakukan  Ade  Komarudin  sebagai
                  pimpinan Alat Kelengkapan Dewan membuat MKD kemudian mem-
                  berhentikannya dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Pada kesempatan
                  sama, Setya Novanto diajukan kembali sebagai Ketua DPR. Pengaju-
                  an itu dilakukan Fraksi Golkar setelah Novanto menjadi Ketua Umum
                  Golkar  sesuai  hasil  Musyawarah  Nasional  Golkar  pada  Mei  2016.
                  Dewan Pembina Partai Golkar menyetujui pencalonan kembali Setya
                  Novanto sebagai Ketua DPR.


                  Meski begitu, periode kedua Setya Novanto sebagai Ketua DPR pun
                  tidak berlangsung lama. Kali ini ia terjerat kasus dugaan korupsi proyek
                  e-KTP. Ia ditangkap KPK. Dalam tahanan KPK, Setya Novanto meng-
                  ajukan surat pengunduran diri. Ia juga menunjuk Aziz Syamsuddin se-
                  bagai pengganti dirinya sebagai Ketua DPR dari Fraksi Golkar. Akan
                  tetapi hal tersebut ternyata tidak dikabulkan DPR. Pengunduran diri
                  Novanto membuat Fadli Zon kembali sebagai pelaksana tugas Ketua
                  DPR.

                  Ditahannya  Setya  Novanto  juga  membuat  Golkar  mengganti  ketua
                  umumnya. Airlangga Hartarto kemudian terpilih menjadi Ketua Umum
                  Golkar  menggantikan  Novanto.  Selanjutnya,  setelah  urusan  internal
                  Partai  Golkar  terselesaikan,  Golkar  mengambil  keputusan  mengenai
                  posisi Ketua DPR. Salah satu kader Golkar, Bambang Soesatyo, diaju-
                  kan menjadi Ketua DPR menggantikan Novanto. Ini disetujui anggota
                  DPR. Per 15 Januari 2018, tugas Fadli Zon sebagai pelaksana tugas Ke-
                  tua DPR yang kedua kalinya selesai. Pada tanggal tersebut, Bambang
                  Soesatyo diangkat DPR menjadi Ketua DPR yang baru.


                  *****














                    dpr.go.id                                                                              267
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279