Page 271 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 271
SEABAD RAKYAT INDONESIA
BERPARLEMEN
Ini, misalnya, dilaksanakan atas usulan pengangkatan pejabat publik,
yaitu Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara, anggota Lembaga
Sensor Film (LSF), Hakim Agung, pimpinan KPK, dan Kepala Polri.
DPR melalui komisi juga telah memberikan pertimbangan mengenai
pencalonan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh 29 (dua puluh
sembilan) negara sahabat untuk Republik Indonesia.
Hal yang tak kalah penting dalam menjalankan fungsi legislasinya, se-
jak awal pelantikannya, DPR-RI 2014-2019 telah mempersiapkan diri
jika kegiatan DPR dalam membuat UU diperkarakan di Mahkamah
Konstitusi. Dalam tahun sidang 2014-2015, misalnya, perkara yang di-
putus Mahkamah Konstitusi berjumlah 32 perkara, baik perkara yang
diputus dengan amar putusan ditolak, tidak dapat diterima, maupun
dikabulkan.
Dewan berpandangan bahwa penanganan perkara di badan peradilan,
khususnya dalam penanganan perkara uji material undang-undang di
Mahkamah Konstitusi, merupakan konsekuensi logis kedudukan DPR,
dalam posisinya selaku lembaga representasi rakyat yang secara kon-
stitusional memiliki kekuasaan legislatif. Ini semacam menjawab atau
mengklarifikasi keberatan atas produk legislasi DPR bersama dengan
Presiden yang diajukan oleh masyarakat. Penanganan perkara di Mah-
kamah Konstitusi bagi DPR merupakan upaya terus-menerus untuk
memperkuat nilai-nilai demokrasi di Indonesia.
Dinamika lain yang terjadi di DPR 2014-219 adalah pergantian Ketua DPR
RI. Ini adalah periode dengan pergantian Ketua DPR terbanyak yang
pernah terjadi. Pada periode ini, terjadi tiga kali pergantian Ketua DPR.
Pergantian Ketua DPR tersebut terjadi dikarenakan beberapa hal.
Seperti disebutkan sebelumnya, setelah melewati masa pengangkatan
anggota DPR periode 2014-2019, diadakan pemilihan Ketua DPR mela-
lui mekanisme paket. Artinya, yang diajukan adalah ketua berikut empat
wakilnya.
Dalam kesempatan ini, Setya Novanto dari Fraksi Golkar berhasil naik
menjadi Ketua DPR periode 2014-2019. Ia didukung fraksi-fraksi yang
tergabung dalam Koalisi Merah Putih.
Proses pemilihan pimpinan DPR 2014-2019 ini berbeda dengan perio-
de yang lalu. Dalam periode sebelumnya, lima fraksi yang mempero-
leh suara terbanyak otomatis mendapat jatah pimpinan DPR. Tetapi,
264