Page 272 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 272
DINAMIKA DAN PERANAN DPR-RI DALAM MEMPERBAIKI
KEHIDUPAN BERNEGARA PADA ERA REFORMASI (1998-2018)
setelah UU MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) direvisi, pola pemilihan
pimpinan DPR berubah. Perubahan tersebut membuat lima pimpin-
an DPR dipilih langsung oleh anggota DPR. Dalam proses pemilih-
an pimpinan DPR pun juga terjadi dinamika tersendiri. Koalisi Indo-
nesia Hebat, yakni PDIP, Partai Hanura, PKB, dan NasDem, memilih
walk out. Belakangan, pada 2018, Utut Adianto dari Fraksi PDIP juga
menjadi Wakil Ketua DPR Bidang Akuntabilitas Keuangan Negara
dan Badan Urusan Rumah Tangga.
Posisi ketua dari Setya Novanto bertahan selama lebih-kurang satu
tahun dua bulan, sejak 2 Oktober 2014 hingga 16 Desember 2015.
Novanto mengajukan surat pengunduran diri sebagai Ketua DPR
periode 2014-2019 kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Ini buntut skandal “Papa Minta Saham” .
Setelah Setya Novanto mundur, terjadi kekosongan jabatan Ketua
DPR. Fadli Zon kemudian menjadi pelaksana tugas Ketua DPR RI se-
menjak 18 Desember 2015 hingga 11 Januari 2016. Meskipun begitu,
ternyata proses pengunduran diri Ketua DPR harus melalui mekanis-
me yang panjang. Terdapat peraturan tersendiri sehubungan dengan
pengunduran diri Ketua DPR yang prosesnya cukup panjang.
Pada saat Novato mundur, di Partai Golkar terjadi dinamika soal kepe-
mimpinan. Saat itu tengah terjadi dualisme kepengurusan DPP Golkar,
yakni hasil Munas Bali yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie dan Munas
dpr.go.id 265