Page 267 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 267

SEABAD RAKYAT INDONESIA
           BERPARLEMEN





                                                           melalui  pemilihan  kepala  daerah  (pilkada)  se-
                                                           perti di provinsi-provinsi lain.
           30 Agustus 2012,                                Penetapan Sultan Hamengku Buwono dan Paku

           Rapat Paripurna DPR                             Alam  secara  otomatis  menjadi  Gubernur  dan

           menetapkan Undang-                              Wakil Gubernur DIY kemudian dianggap tidak
                                                           sesuai dengan prinsip demokrasi. Pasal 18 ayat
           Undang Nomor 13                                 4 UUD NRI 1945 hasil amendemen ke-4 tahun

           Tahun 2012 tentang                              2002 secara gamblang menyebut bahwa:

           Keistimewaan DIY.                               “Gubernur,  Bupati,  dan  Wali  Kota  masing-

           Undang-undang                                   masing  sebagai  kepala  daerah  provinsi,
                                                                                                 secara
                                                                         dan
                                                           kabupaten,
                                                                                kota
                                                                                        dipilih
           tersebut akhirnya tetap                         demokratis.”
           mengatur posisi Sultan
           Hamengku Buwono                                 Kata-kata “secara demokratis” kemudian ditaf-
                                                           sirkan bahwa posisi Sultan Hamengku Buwono
           dan Paku Alam sebagai                           dan  Paku  Alam  sebagai  ahli  waris  monarki  di

           Gubernur dan Wakil                              DIY  tidak  dapat  secara  otomatis  menjadi  pa-
                                                           sangan  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur  Yogya-
           Gubernur DIY.                                   karta. Sebab, hal itu dianggap menyalahi prinsip
                                                           demokrasi. Karena itu, RUU Keistimewaan DIY
                                                           kemudian menawarkan gagasan pemilihan ke-
                                                           pala daerah (pilkada) langsung untuk memilih
                                                           Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

                                      Dua tahun berikutnya, tepatnya pada 30 Agustus 2012, Rapat Paripurna
                                      DPR menetapkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keis-
                                      timewaan DIY. Undang-undang tersebut akhirnya tetap mengatur po-
                                      sisi Sultan Hamengku Buwono dan Paku Alam sebagai Gubernur dan
                                      Wakil Gubernur DIY.























           260
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272