Page 265 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 265

SEABAD RAKYAT INDONESIA
           BERPARLEMEN





                                      Inilah pertama kali Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum de-
                                      ngan sistem ambang batas pemilih, sehingga partai yang gagal men-
                                      capai ambang batas tidak dapat meloloskan anggotanya ke Senayan
                                      sebagai wakil rakyat, walaupun secara perseorangan dia mampu me-
                                      raih suara yang mencukupi di daerah pemilihannya.


                                                           Pemikiran  menyelenggarakan  pemilu  dengan
                                                           sistem  parliamentary  threshold  merupakan
                                                           upaya untuk memperkuat sistem kepartaian de-
           Pemikiran                                       ngan  menyederhanakan  jumlah  partai  melalui
                                                           sistem dan peraturan yang demokratis. Peratur-
           menyelenggarakan                                an ini tertuang dalam UU Nomor 10 Tahun 2008
           pemilu dengan                                   tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Per-
                                                           wakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan
           sistem parliamentary                            Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

           threshold merupakan                             Soal  parliamentary  threshold,  peraturan  di

           upaya untuk                                     Indonesia memberikan kesempatan yang sama

           memperkuat sistem                               di bidang politik bagi laki-laki dan perempuan.
                                                           Perwujudan  peraturannya  dijamin  dalam  UUD
           kepartaian dengan                               1945 yang termaktub dalam Pasal 27 ayat 1.

           menyederhanakan                                 Berkaca pada Pemilu 2004 yang menunjukkan

           jumlah partai melalui                           bahwa dari 14 partai politik yang memiliki ca-

           sistem dan peraturan                            lon anggota legislatif perempuan melebihi 30
                                                           persen,  hanya  tiga  parpol  yang  memperoleh
           yang demokratis.                                suara  di  atas  3  persen,  yaitu  PKS,  PKB,  dan
                                                           PAN. Untuk 11 parpol lain adalah partai-partai
                                                           baru dengan perolehan suara kecil, sehingga
                                                           tidak  otomatis  bisa  menjadi  peserta  Pemilu
                                                           2009 terkait ketetapan electoral threshold (ET).


                                      Akibatnya, Pemilu 2004 bukanlah pemilu yang menggembirakan bagi
                                      kelompok perempuan dan telah menunjukkan bahwa caleg perempu-
                                      an sulit mendapatkan 30 persen angka dari Bilangan Pembagi Pemilih
                                      (BPP). Mayoritas caleg pada Pemilu 2004 (87,5 persen) hanya berhasil
                                      meraih suara tak lebih dari 10 persen. Pada caleg yang tak mencapai

                                      angka BPP, diberlakukan mekanisme nomor urut. Hal ini berlaku untuk
                                      semua calon anggota DPR dan DPRD.


                                      Padahal, sejak 2003 sudah diatur mengenai kuota 30 persen untuk pe-
                                      rempuan yang diakomodasi dalam UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang




           258
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270