Page 268 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 268
DINAMIKA DAN PERANAN DPR-RI DALAM MEMPERBAIKI
KEHIDUPAN BERNEGARA PADA ERA REFORMASI (1998-2018)
DPR RI 2014-2019:
DPR DI ERA MEDIA SOSIAL
Pemilu 2014 diikuti 12 partai. Meski begitu, terdapat dua partai yang tidak lolos ke
DPR karena perolehan suara kurang dari 3,5 persen, yaitu Partai Bulan Bintang
(PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Sedangkan 10 partai
lain lolos dari verifikasi KPU.
PEMILU Legislatif 2014 diadakan pada 9 April 2014, dan Pemilihan Pre-
siden dan Wakil Presiden 2014 diadakan pada 9 Juli 2014. Penyelengga-
raan Pemilu Legislatif 2014 berhasil meningkatkan partisipasi pemilih
yang mencapai 75,11 persen, melampaui tingkat partisipasi Pemilu 2009
yang sebesar 70,9 persen.
Sementara itu payung hukum Pilpres 2014 adalah Undang-Undang No-
mor 42/2007 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.
Hal yang baru dari undang-undang ini, pasangan calon presiden dan
wakil presiden harus memiliki dukungan setidaknya 20 persen per-
olehan kursi di DPR. Jumlah ini bisa dari satu partai atau gabungan
beberapa partai. Syarat lain untuk pasangan calon presiden dan wakil
presiden adalah memperoleh 25 persen dari suara sah nasional dalam
pemilu legislatif pada tahun yang sama.
Pemilu 2014 untuk legislatif praktis berlangsung lancar, meski ada satu-
dua kekurangan di sana-sini. Namun, tidak demikian dengan pemilihan
presiden. Pada pilpres ini, terdapat dua calon pasangan presiden dan
wakil presiden, yaitu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pa-
sangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla
kemudian menjadi pemenang serta terpilih menjadi Presiden dan Wakil
Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019.
Inilah era pemilihan umum yang diwarnai dengan adu strategi ko-
munikasi publik melalui media sosial, baik oleh tim pemenangan ma-
sing-masing pasangan calon maupun oleh para pendukungnya. Dina-
mikanya berlangsung sangat kencang, bahkan hingga saat penentuan
dpr.go.id 261