Page 260 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 260

DINAMIKA DAN PERANAN DPR-RI DALAM MEMPERBAIKI
                                                                                  KEHIDUPAN BERNEGARA PADA ERA REFORMASI (1998-2018)





                  PARLEMEN INDONESIA 2004-2014

                  MENEGUHKAN KEHIDUPAN

                  BERDEMOKRASI INDONESIA




                  Pemilu 2004 adalah pemilu kedua di era reformasi sekaligus menjadi terobosan
                  dalam sistem demokrasi Republik Indonesia. Untuk pertama kali rakyat Indonesia

                  memilih secara serentak anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/

                  Kota serta memilih secara langsung presiden dan wakil presiden, meski waktunya
                  tidak bersamaan.









                  PERUBAHAN sistem politik di era reformasi mengedepankan sistem
                  dan penyelenggaraan pemilu yang lebih demokratis. Tidak seperti Pe-
                  milu 1999, di mana badan penyelenggara pemilu pada waktu itu diisi
                  oleh anggota partisan dari perwakilan partai politik, pada Pemilu 2004
                  dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang profesional dan in-
                  dependen, yang anggotanya dipilih DPR.

                  Selain itu, keterbukaan dalam partisipasi politik masyarakat yang luas
                  serta peran menjadi landasan demokratisasi dalam sistem pemilu yang
                  baru ini. Meskipun partisipasi masyarakat untuk mendirikan partai dan
                  memilih secara bebas peserta pemilu tidak setinggi pemilu sebelum-
                  nya, antusiasmenya masih cukup tinggi.


                  Perbedaan  lainnya,  pada  pemilu  sebelumnya  menggunakan  sistem
                  pendaftaran tertutup, sedangkan pada Pemilu 2004 proses pemilihan
                  anggota DPR dan DPRD dilakukan melalui sistem proporsional dengan
                  daftar calon terbuka. Perubahan lain adalah hilangnya unsur TNI-Polri
                  dalam parlemen. Pada Pemilu 1999, masih terdapat anggota DPR dan

                  DPRD yang berasal dari unsur ABRI berdasarkan sistem proporsional
                  yang bersifat tertutup.


                  Selain itu, pada Pemilu 2004 pemilihan presiden dan wakil presiden
                  tidak dilakukan secara terpisah seperti yang diterapkan pada Pemilu
                  1999.  Pada  Pemilu  2004,  yang  dipilih  adalah  pasangan  calon  (calon





                    dpr.go.id                                                                              253
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265