Page 256 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 256

DINAMIKA DAN PERANAN DPR-RI DALAM MEMPERBAIKI
                                                                                  KEHIDUPAN BERNEGARA PADA ERA REFORMASI (1998-2018)





                  Upaya   mengamendemen       beberapa   pasal
                  UUD  1945  menemui  titik  terang  saat  Sidang
                  Istimewa  MPR  pada  10-13  November  1998             Sejak 1999 hingga 2002,
                  setelah  reformasi  bergulir.  Dasar  pemikiran
                  dilakukannya  amendemen  adalah  karena  UUD           sidang-sidang MPR
                  1945  membentuk  struktur  ketatanegaraan              telah menghasilkan
                  yang  bertumpu  pada  kekuasaan  tertinggi  di
                  tangan  MPR,  yang  sepenuhnya  melaksanakan           empat kali perubahan
                  kedaulatan rakyat. Hal ini berakibat pada tidak        UUD 1945. Amandemen
                  terjadinya  checks  and  balances  pada  institusi-    UUD 1945 tidak hanya
                  institusi ketatanegaraan.
                                                                         melakukan perubahan
                  Penguasaan  terhadap  MPR  adalah  kata  kunci         terhadap sejumlah
                  bagi kekuasaan pemerintahan negara yang se-
                  akan-akan  tanpa  ada  hubungan  lagi  dengan          pasal melainkan juga
                  rakyat.  UUD  1945  sejauh  ini  juga  memberikan      memperjelas dan
                  kekuasaan  yang  demikian  besar  kepada  ekse-
                  kutif, termasuk berbagai prerogatif seperti grasi,     mempertegas beberapa
                  amnesti, abolisi, dan rehabilitasi.
                                                                         hal yang sebelumnya

                  Kekuasaan eksekutif yang demikian besar dalam          dianggap sebagai
                  UUD 1945 bukan merupakan satu-satunya kele-            kelemahan.
                  mahan untuk menerapkan checks and balances
                  system. UUD 1945 memuat sejumlah pasal yang
                  multitafsir, terutama pasal-pasal yang menyang-
                  kut  pucuk  pimpinan  eksekutif,  yakni  presiden,
                  yang secara umum memiliki kewenangan sangat besar. Pasal tersebut
                  memberikan peluang bagi seseorang untuk bisa terpilih berkali-kali se-
                  bagai presiden karena hanya menjelaskan bahwa presiden dan wakil
                  presiden memegang jabatan selama masa lima tahun dan sesudahnya
                  dapat dipilih kembali. Selain itu ada pula pasal yang dapat memiliki
                  kecenderungan multitafsir karena konsep mengenai orang Indonesia.
                  Bunyi pasal “Presiden adalah orang Indonesia asli” memiliki penafsiran
                  beragam.

                  Sejak  1999  hingga  2002,  sidang-sidang  MPR  telah  menghasilkan
                  empat kali perubahan UUD 1945. Amendemen UUD 1945 tidak ha -
                  nya melakukan perubahan terhadap sejumlah pasal melainkan juga
                  memperjelas  dan  mempertegas  beberapa  hal  yang  sebelumnya
                  dianggap sebagai kelemahan. Misalnya saja soal kedudukan DPR.
                  Sejumlah perubahan mendasar terkait wewenang dan tugas DPR di
                  antaranya:





                    dpr.go.id                                                                              249
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261