Page 48 - MAJALAH 103
P. 48

LEGISLASI




                                                  digariskan oleh konstitusi,  pemberian  peran  itu  menabrak
                                                  saya  kira  DPD  juga  tidak  peran  DPR,  bahwa  kewenangan
                                                  mau melakukan itu. Artinya  membentuk  Undang­Undang  itu
                                                  perjuangan DPD juga bukan  ada di DPR.
                                                  perjuangan yang membabi
                                                  buta,” tukasnya.             Dalam  UUD  1945  sendiri,
                                                                             menurutnya  dinyatakan  DPD
                                                    Dirinya merasa  senang,  berwenang  membahas.  “Tetapi
                                                  jika  ada teman­teman dari  memutuskan dengan membahas
                                                  DPD yang ingin  membahas  itukan  ada  bedanya.  Membahas
                                                  lebih serius suatu Undang­  itu artinya pada level perdebatan,
                                                  Undang,    apalagi    DPR   argumentasi,    pada  level  untuk
                                                  nantinya  dibantu dengan  mengusulkan pasal dan seterusnya,
                                                  sun t i k a n   p e mi k i r a n ­  tetapi keputusan disitu sudah jelas
                                                  pemikiran yang bagus dari  sekali  adalah DPR,” tegasnya.
                                                  DPD.    Merupakan    suatu
                                                  komplestasi  tersendiri,     Hendrawan  setu u,  bahwa
                                                                                                 j
                                                  kerajinan  orang  DPD  dan  dalam  pembahasan  posisi  DPD
           Berbeda dengan Anggota  Baleg  kerajinan orang DPR bisa diukur,  setara dengan DPR dan Presiden,
          lainnya,  Hendrawan  Supratikno,  mana yang lebih rajin.           seperti    keputusan  MK,    bahwa
          meny at akan  keputus an  MK                                       DPD memiliki kesetaraan dengan
          sebetulnya,  spiritnya  searah     “Jadi  keputusan  MK  terhadap  pemerintah  dan  DPR  dalam  hal
          dan  sejalan  dengan  apa  yang  gugatan  DPD  ,  sejalan,  karena  pembahasan UU.  Tetapi konstitusi
          berkembang dalam pembahasan  kami ingin jangan ada kesan dan  juga  menyatakan  dengan  tegas
          Amandemen UU MD3 di Baleg.       konsekuensi  DPD hanya dilibatkan  bahwa hak membentuk UU hanya
                                           untuk basa­basi kelembagaan saja”,  pada DPR dan Presiden.
           “Jadi  dalam  rapat­rapat  Baleg  ujarnya.
          itu, kami juga menyampaikan pan­                                     Kalau MK membuat rancu antara
          dangan agar peran DPD tidak hanya   Ia menyatakan dalam pembahasan  membahas dengan memutuskan,
          peran yang sifatnya ornamental,  suatu  Undang­Undang  di  DPR,  itu inkonstitusional, tapi  dirinya
          marjinalis,  atau peran pinggiran  menampung masukan­masukan dari  yakin  MK  sudah  melakukan
          yang menimbulkan kesan dan juga  berbagai pihak,  teknis keterlibatan  deleberasi, membuat pertimbangan­
          konsekuensi  seakan­akan  DPD  DPD sendiri akan dibicarakan secara  pertimbangan  yang  seksama.
          sekedar hanya pajangan. Pelibatan  proporsional dan lebih spesifik oleh  Sembilan  hakim  di  MK    menjadi
          DPD hanya bentuk basa­basi, kepura­  Baleg.                        pengawal  konstitusi. Dia  tidak yakin
          puraan hubungan antar lembaga.                                     hakim di MK merancukan anatar hak
          Tidak seperti itu”, kata Hendrawan     Tapi masukan DPD dalam pem­  membahas dan hak memutuskan.
          kepada Parlementaria.            bahasan  suatu  Undang­Undang,
                                           kata  Hendrawan,  tidak sama seperti   “Mengajukan  dan  Membahas,
           Menurutnya,  pada saat menyam­  masukan dari elemen masyarakat.  it’s  ok,    nanti  akan  dibicarakan.
          paikan pandangan di Baleg, Fraksi  DPD tidak bisa disamakan dengan  Pembahasan kan penting sekali, hasil
          PDI Perjuangan dan Baleg secara  masyarakat.  DPD  mewakili  arus  akhir adalah produk pembahasan,
          umum  bersedia  untuk  memberi  besar  kepentingan  yang  harus  keputusan produk dari pembahasan,
          porsi peran yang lebih proporsional  ditampung juga.               kalau  sudah  terlibat  dalam
          untuk  DPD.  Sehingga,  kata  dia,                                 pembahasan kan sebenarnya sudah
          keputusan MK sejalan dengan spirit   “Tapi  saya  kira  nanti  kita  akan  sangat mempengaruhi produk akhir
          pembahasan di Baleg.             mem buat  suatu  langkah  atau  seperti apa yang diinginkan”, papar
                                           kesepakatan,  dan  konsekuensi  Anggota Komisi VI DPR RI ini.
           Tapi, kata Hendrawan, ketika spirit  keputusan MK akan dijabarkan dalam
          diterjemahkan  menjadi  norma­   peraturan bersama,” terangnya.      “ Tetapi  konstitusi  memang
          norma yang mengikat harus betul­                                   menegaskan, bahwa kewenangan
          betul  dicermati  agar  peran  DPD   Hendrawan mengakui, memang  untuk memutuskan di DPR. Seluruh
          betul­betul  proporsional  sesuai  muncul wacana di Baleg, bahwa  fraksi saya rasa setuju, mereka tidak
          dengan  struktur  dan  pembagian  nanti dalam tingkat Panitia Kerja  akan ada  yang  menentang hasil
          peran kelembagaan antar lembaga  ada satu kelompok teman­teman  keputusan  MK.  Tidak  perlu  ada

          negara.                          dari anggota DPD. Tapi sekali lagi,  kekhawatiran DPR sedang dikebiri
                                           pembicaraan  yang  lebih  spesifik  atau dilucuti kewenangannya tidak
           “Saya  kira  DPD  juga  tidak  me­  akan  ditindak  lanjuti.  Karena  seperti itu,” tambahnya lagi. (sc)
          nun tut  melebihi  dari  apa  yang  menurutnya  juga  jangan  sampai


          48 PARLEMENTARIA  EDISI 103 TH. XLIII, 2013
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53