Page 80 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 80

BUMN     INSIGHT




                                                              menyatakan bahwa mereka   merger entitas yang sama­
                                                              masih dalam tahap persiapan   sama sakit bukanlah terapi
                                                              internal di antaranya     tetapi memperbesar masalah.
                                                              menata kontrak, utang, dan   “Jika digabung, utang mereka
                                                              kewajiban sebelum merger   ikut digabung,” ujarnya.
                                                              bisa dijalankan. Corporate   Dalam logika neraca, ia benar.
                                                              Secretary ADHI Rozi Sparta   Indonesia masih memikul
                                                              menuturkan bahwa perseroan   beban proyek jalan tol dan
                                                              sendiri berencana memenuhi   infrastruktur yang dibangun
                                                              kebutuhan likuiditas dengan   selama satu dekade terakhir
                                                              mencari pendanaan dari    dengan model pendanaan
                                                              perbankan ataupun lembaga   mahal tetapi arus kas balik
                                                              keuangan lainnya. Strategi   lambat.
                                                              lainya adalah mengoptimalkan   Jika utang­utang ini
                                                              periode penagihan guna    tidak dibersihkan dulu,
                                                              mempercepat kas masuk.    merger justru mempercepat
                                              Toto Pranoto,      “Strategi kami untuk   kebutuhan intervensi fiskal
                                     Pengamat BUMN dari UI    mengatasi hal ini adalah   baru alias penyertaan modal
                                                              mengoptimalkan periode    negara (PMN). Pengalaman
                                                              penagihan guna mempercepat   2020–2023, ketika pemerintah
                                                              arus kas masuk, sekaligus   berkali­kali menyuntik dana
          pun tergerus tajam. Perbaikan       Spesialisasi    menjaga struktur modal    ke BUMN karya, menjadi
          yang muncul — misalnya                              kerja dan likuiditas agar   peringatan bahwa risiko
          peningkatan laba bruto             setiap BUMN      produktivitas tetap optimal,”   fiskal BUMN tidak pernah
          Waskita pada kuartal kedua         Karya ini bisa   tuturnya.                 sepenuhnya terpisah dari
          — tidak cukup mengimbangi                              Memang, untuk BUMN     APBN.
          turunnya pendapatan dan    difokuskan sehingga      sektor konstruksi yang kondisi   Toto Pranoto dari UI
          tingginya beban pokok.                              keuangannya relatif lebih   menegaskan hal penting
            Dengan kondisi ini, merger   bisa dihindarkan     stabil, seperti non­Tbk atau   lainnya: merger hanya akan
          bukan solusi instan, melainkan   duplikasi pekerjaan,   perusahaan kecil, disebut   meningkatkan daya saing
          risiko baru. Ibarat utang besar                     akan diprioritaskan menyusul   apabila didukung modal yang
          dikumpulkan dalam satu        serta bisa sharing    penyelesaian restrukturisasi   sehat. Itu berarti divestasi aset,
          wadah yang lebih besar pula.    berbagai sarana     entitas besar.  Sementara itu,   restrukturisasi utang, hingga
            Di tengah tekanan,                                opsi skema konsolidasi tetap   mencari investor strategis
          sejumlah perusahaan BUMN         pekerjaan yang     terbuka, bisa menggunakan   harus dilakukan sebelum
          karya tetap menjalani                               beberapa holding, atau satu   penyatuan entitas.
          persiapan internal.              memungkinkan       holding tunggal. Tergantung   Menurut Toto, merger
          Sebagai contoh, WIKA telah        meningkatnya      hasil audit, penilaian aset dan   bisa menjadi peluang
          menyerahkan hasil kajian                            liabilitas, dan kesepakatan   meningkatkan daya saing
          merger kepada Danantara.                efisiensi.  pemegang saham. Dengan    jika dilakukan dengan modal
          Perusahaan membentuk tim                            demikian, konsolidasi     dan ekuitas yang sehat,
          khusus merger meskipun                              BUMN karya saat ini sangat   aset terdiversifikasi, dan
          belum ada kepastian waktu                           bergantung pada hasil     spesialisasi. “Spesialisasi
          final. “Dari WIKA­nya memang                        restrukturisasi, kesiapan   setiap BUMN Karya ini
          saat ini sudah ada tim untuk                        internal, dan komitmen    bisa difokuskan sehingga
          merger. Tapi untuk kapan dan                        korporasi — bukan sekadar   bisa dihindarkan duplikasi
          waktunya kami belum dapat                           keputusan administratif.  pekerjaan, serta bisa sharing
          update,” kata Senior Manager                                                  berbagai sarana pekerjaan
          Corporate Relations WIKA,                           Risiko Terbesar           yang memungkinkan
          William Lie.                                           Sementara itu, pengamat   meningkatnya efisiensi,”
            Sementara itu, PT Adhi                            BUMN Herry Gunawan        ujarnya.
          Karya (Persero) Tbk (ADHI)                          memperingatkan bahwa         Dengan penundaan


         80   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85