Page 81 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 81

WIKA telah
                                                                                            menyerahkan
                                                                                            hasil kajian
                                                                                            merger kepada
          merger ke 2026, maka jalan konsolidasi ke   skenario ini sangat bergantung pada   Danantara
          depan bercabang dua. Jika restrukturisasi   komitmen pengurus, transparansi, dan   dan diketahui
          dijalankan secara menyeluruh dengan   disiplin pelaksanaan restrukturisasi bukan   perusahaan
          cara utang direstrukturisasi, aset tidak   hanya niat merger semata.              membentuk tim
          produktif dilepas, modal kerja diperbaiki,   Keputusan Danantara menunda          khusus merger
          maka merger dapat menjadi titik balik.   merger hingga 2026 adalah pengakuan      meskipun belum
          Indonesia membutuhkan kontraktor   jujur bahwa transformasi BUMN tidak            ada kepastian
          besar yang mampu mengerjakan proyek   bisa dipaksakan melalui kosmetika           waktu finalnya.
          berskala global, mulai dari IKN sampai   kelembagaan. Konsolidasi bukan
          infrastruktur energi dan transportasi   pekerjaan administratif — ia merupakan
          jangka panjang.                   operasi restrukturisasi menyeluruh yang
            Di sisi lain, jika merger dilakukan   menuntut kejelasan data, kepemimpinan
          tanpa restrukturisasi dan penataan utang/  berani, dan displin eksekusi.
          aset, entitas gabungan bisa menanggung   BUMN Karya selama ini memang
          semua liabilitas lama. Beban utang yang   menjadi tulang punggung Pembangunan
          besar, proyek mangkrak, arus kas negatif,   nasional. Namun tulang itu kini rapuh oleh
          dan backlog kewajiban dapat membebani,   utang dan kerugian. Merger bisa menjadi
          bahkan memicu kebutuhan bailout   morfin atau obat — tergantung bagaimana
          pemerintah melalui penyertaan modal   pemerintah menanganinya. Apa yang
          negara (PMN).                     terjadi dalam 12–18 bulan ke depan
            Integrasi budaya perusahaan, sistem   akan menentukan apakah Indonesia
          manajemen, dan portofolio proyek juga   akhirnya memiliki kontraktor negara yang
          menjadi tantangan besar  jika gagal di­  berdaya global, atau justru menciptakan
          manage, konsolidasi bisa memperparah   konglomerat konstruksi sakit yang
          kinerja, bukan menyelamatkan. Kedua   kembali menagih dukungan fiskal.*


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 81
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86