Page 77 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 77
menunjukkan tren positif, indikasi bahwa murni risiko hukum.
integrasi memberi manfaat nyata. Bagi investor dan pelaku bisnis, hal
Berdasarkan laporan keuangan ini membuka ruang untuk investasi dan
konsolidasian, ASDP mencatat ekspansi BUMN dengan premis bahwa
pendapatan Rp 5,02 triliun sepanjang negara memberi fleksibilitas strategi —
2024 dan laba bersih Rp 447,31 miliar. sehingga potensi bisnis jangka panjang
Meskipun laba menurun dibanding 2023, tetap menarik.
perusahaan menilai angka itu tetap “Namun di sisi lain, ada tantangan
menunjukkan ketahanan bisnis di tengah besar terhadap tata kelola hukum
tekanan eksternal. dan persepsi publik. Praktisi hukum
Sebelumnya, pada periode 2019– antikorupsi menekankan bahwa
2023, total aset ASDP melonjak drastis: rehabilitasi dalam kasus korupsi besar
dari Rp 7,59 triliun menjadi Rp11,05 harus dengan sangat selektif, agar tidak
triliun, atau meningkat 45,47 persen. melemahkan efek jera dan akuntabilitas
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, publik. Jika tidak, integritas peradilan bisa
menjelaskan bahwa lonjakan aset ini dipertanyakan, dan kepercayaan publik
mendukung ekspansi operasional, terhadap sistem hukum bisa terkikis,”
penambahan armada kapal dan rute, katanya kepada Stabilitas.
serta penguatan layanan penyeberangan Selain itu, lanjutnya, BUMN ke depan
nasional. menghadapi ekspektasi transparansi
Dalam pernyataan resminya, Heru Widodo, CEO ASDP lebih tinggi — tidak hanya dalam laporan
CEO ASDP (per 2024) Heru Widodo keuangan, tetapi juga dokumentasi
mengatakan bahwa kinerja 2024 keputusan strategis, evaluasi risiko bisnis,
menunjukkan ASDP mampu melewati dan mekanisme tata kelola internal.
tantangan ekonomi global dan tetap “Rehabilitasi bukan akhir, tetapi justru
tumbuh, “meskipun ada tekanan biaya memulai babak baru. Publik dan regulator
operasional dan fluktuasi permintaan.” akan terus mengawasi bahwa akuisisi dan
Menurut narasi yang dikemukakan Bahwa kinerja sepanjang ekspansi membawa manfaat bagi layanan
perusahaan, faktafakta ini menunjukkan tahun 2024 menunjukkan publik, bukan semata profit,” imbuh
bahwa akuisisi PT JN — yang sempat Abraham.
jadi dasar vonis — secara komersial dan perusahaan mampu Kasus ASDP bukan hanya soal satu
operasional membawa nilai tambah. direksi atau satu akuisisi. Ini menyentuh
Seperti armada lebih besar, layanan melewati tantangan ketegangan paling fundamental dalam
diperluas, serta aset perusahaan ekonomi global dan ekonomi Indonesia modern ketika negara
meningkat signifikan. Oleh karena itu, menginginkan BUMN bergerak cepat,
mereka menilai bahwa rehabilitasi bukan tetap tumbuh, meskipun tetapi sistem hukum menuntut mereka
berupa “ampunan” semata, melainkan ada tekanan biaya bergerak tanpa risiko. Jika pemerintah
pengakuan atas kontribusi nyata dalam ingin BUMN menjadi motor ekonomi,
memperkuat korporasi BUMN dan operasional dan fluktuasi setidaknya para stakeholder mampu
konektivitas nasional. memisahkan secara tegas kerugian
permintaan. bisnis dari kerugian negara dalam UU
Implikasi Bagi BUMN Tipikor. Serta tidak lupa menguatkan
Kordinator Indonesia Financial governance internal BUMN, bukan melalui
Watch (IFW), Abraham Runga Mali kriminalisasi, tetapi melalui audit,
menilai keputusan rehabilitasi terhadap transparansi, dan manajemen risiko.
mantan manajemen ASDP memberikan Jika tidak, selamanya para direksi
sinyal kuat bagi pelaku usaha, investor, BUMN akan terus berada dalam dilema:
regulator, dan publik bahwa ekspansi berani mengambil risiko dan dihukum,
dan akuisisi besar di BUMN — bila atau bermain aman dan dituduh tidak
dibarengi laporan kinerja sehat dan inovatif. Keduanya adalah pilihan yang
transparansi — bisa dilihat sebagai buruk untuk ekonomi yang ingin tumbuh
kebijakan korporasi yang valid, bukan cepat.*
www.stabilitas.id Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 77

