Page 72 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 72

ekonomi bawah tanah yang bernilai
                                                                               ratusan triliun rupiah atau menjadi alat
                                                                               tawar politik yang sangat kuat. Tidak
                                                                               heran banyak pihak memilih mengulur
                                                                               waktu.
                                                                                  “Akan bagus. Redenominasi membuat
                                                                               praktik pencucian uang dan distribusi
                                                                               uang palsu makin terpojok,” kata
                                                                               Wijayanto. “Kalau pun mereka menolak,
                                            AKAN BAGUS.                        BI dan Pemerintah tetap jalan terus, jika
                                            REDENOMINASI                       ini diyakini bagus bagi ekonomi kita.”
                                                                                  Selain itu, meski tidak berdampak
                                            MEMBUAT PRAKTIK                    langsung terhadap inflasi atau nilai tukar,
                                            PENCUCIAN                          Wijayanto memperkirakan akan ada
                                            UANG DAN                           sedikit kenaikan harga akibat pembulatan
                                                                               dan faktor psikologis. Studi behavioral
                                            DISTRIBUSI UANG                    economics menunjukkan bahwa

                                            PALSU MAKIN                        masyarakat cenderung meningkatkan
                                                                               konsumsi setelah nominal uang terlihat
                                            TERPOJOK. KALAU                    lebih kecil, sehingga memicu kenaikan
                                            PUN MEREKA                         harga minor dan temporer.

                     Wijayanto Samirin,     MENOLAK, BI DAN                    Pelajaran Negara Lain
                                                                                  Indonesia bukan pelopor dalam
                     Ekonom Paramadina      PEMERINTAH                         kebijakan redenominasi seperti ini.
                                            TETAP JALAN                        Turki sukses menghapus enam nol pada
                                            TERUS, JIKA INI                    2005, dengan lira baru memperkuat citra
                                                                               ekonomi modern. Rusia menjalankan
                                            DIYAKINI BAGUS                     redenominasi yang berisiko pada

                                            BAGI EKONOMI                       1998 setelah kolaps fiskal. Uni Eropa
                                            KITA.                              mengelola transisi euro dengan disiplin
                                                                               teknokratik yang hampir sempurna,
                                                                               meski membebani operator sistem
                                                                               pembayaran selama bertahun-tahun.
                                                                                  Kunci keberhasilan tersebut bukan
                                                                               pada arsitektur finansial, melainkan pada
          menyiapkan konsep teknis redenominasi   paling vokal menolak adalah kelompok   kepercayaan publik, dan itu lebih penting
          sejak 2010, termasuk periode dual   dengan simpanan tunai gelap: uang   menopang kebijakan redenominasi
          currency—masa transisi ketika rupiah   yang tidak pernah memasuki sistem   menemui hasil yang optimal.
          lama dan rupiah baru beredar bersamaan.   perbankan, hasil dari penghindaran   Tanpa komunikasi jelas,
          Namun tidak ada kemajuan signifikan   pajak, korupsi, dan kegiatan kriminal.   redenominasi mudah disalahartikan
          selama lebih dari satu dekade. Alasannya   Redenominasi, terutama bila disertai   sebagai devaluasi terselubung. Sebabnya
          sederhana: redenominasi membutuhkan   pengetatan pertukaran fisik uang, akan   dalam sejarahnya, Indonesia pernah
          konsensus politik lintas lembaga,   menyeret dana gelap itu ke permukaan,   mengalaminya, tetapi sebagai upaya
          termasuk persetujuan DPR. Dan politik,   memaksa pemiliknya dipaksa untuk   penanganan hiperinflasi. Pada 1965,
          seperti biasa, adalah seni memperlambat   menjawab dari mana sumber kekayaan   pemerintah memperkenalkan uang baru
          keputusan yang logis.             tersebut.                          dengan nilai Rp1 setara Rp1.000 uang
            Penundaan bukan disebabkan         Dengan konteks rencana Tax      lama atau yang disebut sanering yang
          ketidakpahaman teknis melainkan   Amnesty Jilid III dan pembentukan   pada akhirnya menyakitkan dan merusak
          resistensi kepentingan. Seperti   skema family office, redenominasi   kepercayaan warga.
          diutarakan Ekonom Paramadina      bukan sekadar koreksi nominal. Hal    Publik mungkin masih trauma.
          Wijayanto Samirin, salah satu yang   itu berpotensi menjadi penyapu bersih   Sebagian masyarakat khawatir


         72   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77