Page 68 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 68
Manajemen Grab bahkan menaikkan
panduan EBITDA disesuaikan untuk
tahun 2025 menjadi 490–500 juta dollar
AS, menunjukkan keyakinan pada
pertumbuhan dan profitabilitas jangka
menengah.
Namun dalam ekonomi digital,
pertumbuhan organik sudah tidak
cukup. Investor global tentu tidak
pertumbuhan pendapatan bersih banyak menggunakan kata sabar dalam
menjadi Rp 4,7 triliun, naik 21 persen mengoptimalkan return. Mereka
Keterlibatan YoY. Mereka juga melaporkan laba menuntut skala dan dominasi—cepat,
pemerintah dalam sebelum pajak yang disesuaikan sebesar besar, dan permanen. Dan skala itulah
rencana merger dapat Rp62 miliar. Juga menaikkan pedoman yang ditawarkan merger: menurut
membuat posisi KPPU EBITDA yang disesuaikan untuk seluruh Euromonitor, gabungan Grab-GOTO
menjadi sulit, terutama tahun 2025 menjadi antara Rp1,8 akan menguasai sekitar 91 persen pasar
jika pemerintah lebih sampai Rp1,9 triliun, naik dari perkiraan ride-hailing Indonesia. Jika sudah begitu
dahulu memberikan sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan maka kata “dominasi” terasa terlalu
pernyataan bahwa perbaikan margin dan eksekusi yang sopan.
merger tersebut tidak lebih disiplin, terutama pada segmen On-
menimbulkan masalah Demand Services. Kekhawatiran Monopoli
monopoli. Sisi investor juga menaruh perhatian Jika merger terjadi, lanskap
besar pada isu merger ini. Grab sendiri persaingan ride-hailing akan berubah
menunjukkan sinyal keuangan yang dari kompetitif menjadi sempit, hampir
menarik. Pada kuartal ketiga 2025, Grab stagnan. Pemain lain seperti Maxim dan
melaporkan pendapatan sekitar 873 juta inDrive hanya akan menjadi catatan kaki
dollar AS, melampaui perkiraan analis. dalam sejarah digital Indonesia.
68 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

