Page 63 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 63

etika Presiden Prabowo
                   Subianto meluncurkan
                   program unggulannya,
          KMakan Bergizi Gratis
          (MBG), visinya mulia sekaligus
          pragmatis. Program tersebut akan
          memberi makan jutaan anak sekolah
          untuk meningkatkan gizi, mengurangi
          ketimpangan, yang tujuan akhirnya
          meningkatkan sumber daya manusia.                     KEJADIAN
            Namun demikian, seperti banyak                   ITU DIDUGA
          proyek besar negara, ambisi besar belum
          mampu diwujudkan dalam pelaksanaan        DISEBABKAN OLEH
          di lapangan. Dalam waktu kurang          KESALAHAN DALAM
          dari setahun, lebih dari 4.000 siswa di   PENGOLAHAN DAN
          seluruh Indonesia dilaporkan mengalami
          keracunan makanan akibat mengonsumsi           PENYIMPANAN
          makanan yang seharusnya menyehatkan         BAHAN PANGAN,
          mereka.
            Kasus terbaru terjadi di awal                   KHUSUSNYA
          Oktober. Sebanyak 13 siswa SMP          DAGING AYAM, YANG
          Negeri 1 Wedi, Klaten, Jawa Tengah,
          harus dilarikan ke rumah sakit setelah     TIDAK MEMENUHI              Karimah Muhammad,
          mengonsumsi menu MBG. Sebelumnya,                     STANDAR          Ketua Tim Investigasi Independen
          210 siswa di Bogor, Jawa Barat jatuh                                   BGN
          sakit dan 22 di antaranya dirawat                  KEAMANAN
          intensif; hasil laboratorium menunjukkan               PANGAN.
          makanan mengandung E. coli dan
          Salmonella. Di Kupang, 140 siswa
          mengalami gejala serupa, sementara di
          Soe, Nusa Tenggara Timur, 384 penerima
          manfaat menderita mual, pusing, dan
          sesak napas akibat olahan ayam yang
          tidak memenuhi standar penyimpanan
          pangan.
            Menurut temuan Indef, lembaga
          riset nasional terkemuka, kasus semacam   pada ribuan pelajar di Indonesia. Ia   seluruh Indonesia. Badan Gizi Nasional
          ini bukan insiden tunggal, melainkan   mendorong pemerintah untuk segera   (BGN) mencoba menunjukkan ketegasan.
          indikasi kegagalan sistemik dalam   melakukan evaluasi pelaksanaan MBG.   Mereka menghentikan operasional
          pengawasan pangan MBG.            Evaluasi tersebut perlu dilakukan dengan   penyedia makanan di Soe, NTT dan
            Temuan kasus keracunan MBG      melibatkan dinas kesehatan di seluruh   menerbitkan nota dinas penghentian
          patut menjadi perhatian pemerintah   daerah di Indonesia.            sementara sambil menunggu hasil
          dan masyarakat. Apalagi program      Pramudya menyebut pemerintah    laboratorium. “Kejadian itu diduga
          MBG digadang-gadang akan mampu    harus menguatkan kembali edukasi   disebabkan oleh kesalahan dalam
          meningkatkan kualitas pelajar Indonesia   kepada pihak yang terlibat dalam rantai   pengolahan dan penyimpanan bahan
          di masa depan. Terbukti dengan proporsi   pasok MBG. “Kalau bisa dinas kesehatan   pangan, khususnya daging ayam, yang
          44,2 persen anggaran pendidikan pada   hadir di Satuan Pelayanan Pemenuhan   tidak memenuhi standar keamanan
          2026 yang digelontorkan untuk MBG.  Gizi (SPPG) untuk mengevaluasi,   pangan” kata Karimah Muhammad,
            Dosen Ilmu Gizi Universitas     kemudian memberikan rekomendasi,”   Ketua Tim Investigasi Independen BGN.
          Muhammadiyah Surakarta (UMS)      ujar Pramudya.                        Sementara itu, Kementerian
          Pramudya Kurnia menyayangkan         Pemerintah tidak menutup mata atas   Kesehatan (Kemenkes) berupaya
          terjadinya kasus keracunan MBG    kejadian yang muncul hampir merata di   memperketat pengawasan dengan


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 63
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68