Page 67 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 67

i pasar digital Indonesia
                   yang hiruk-pikuk dan
                   semakin terkonsentrasi,
          Dsatu isu kembali menarik
          perhatian: rencana merger antara Grab
          dan PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
          Dua raksasa teknologi yang bertahun-
          tahun saling baku hantam dalam
          kompetisi diskon, perebutan pengemudi,
          dan perang pembakaran uang tanpa                        NAMUN,
          akhir, kini dikabarkan sedang berdamai          KETERLIBATAN
          dan menyatukan kekuatan. Ini jelas
          sesuatu yang dulu tampak mustahil.      LEMBAGA INVESTASI
            Spekulasi itu bukan sekadar rumor     PEMERINTAH DAPAT
          pinggir jalan. Pemerintah, melalui          MEMBUAT POSISI
          Menteri Sekretariat Negara Prasetyo
          Hadi, telah menegaskan bahwa rencana           KPPU MENJADI
          penggabungan tersebut akan melibatkan       SULIT, TERUTAMA
          Badan Pengelola Investasi Daya Anagata
          Nusantara (BPI Danantara).                 JIKA PEMERINTAH
            Begitu nama negara ikut disebut,             LEBIH DAHULU
          pasar bergerak gelisah. Para analis
          membaca ini bukan hanya sebagai                  MEMBERIKAN            Izzudin Al Farras Adha,
          manuver bisnis, tetapi juga manifestasi          PERNYATAAN            Ekonomi Indef
          ambisi politik-ekonomi Indonesia untuk
          menciptakan juara digital nasional. Ini      BAHWA MERGER
          dinilai sebagai salah satu pertimbangan      TERSEBUT TIDAK
          untuk melawan hegemoni asing seperti
          TikTok dan Shopee.                             MENIMBULKAN
            Namun, sampai kini, baik GOTO                       MASALAH
          maupun Grab memilih untuk menutup
          rapat informasi itu ke publik. GOTO                 MONOPOLI.
          mengeluarkan penegasan resmi, bahwa
          mereka belum ada Keputusan dan
          kesepakatan.
            Direktur Legal dan Group Corporate
          Secretary GOTO, R. A. Koesoemohadiani   komentar terkait isu tersebut. Sikap   terbaru memperlihatkan jalan menuju
          menyampaikan bahwa perusahaan     diam semacam ini bisa diartikan banyak   profitabilitas yang kian solid.
          mematuhi seluruh ketentuan        hal,yakni mulai dari strategi perusahaan   Di semester pertama 2025, GOTO
          sebagai emiten publik dan tetap   agar tidak menyalahi aturan pasar modal,   memperlihatkan efisiensi biaya yang
          fokus mengeksekusi strategi menuju   hingga indikasi bahwa pembicaraan   signifikan. Beban-beban utama seperti
          profitabilitas berkelanjutan.     informal mungkin sedang berlangsung.   biaya operasional, administrasi, dan
            Pernyataan tersebut juga menepis   Namun, tanpa konfirmasi, semua   pemasaran menurun, sementara
          anggapan bahwa Rapat Umum Pemegang   penafsiran tidak lebih dari spekulasi.  pendapatan bersih naik menjadi Rp 8,6
          Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan   Namun publik sudah terlanjur   triliun dalam laporan konsolidasian.
          digelar pada 25 November 2025 terkait   membuat beragam perkiraan. Jika   Kerugian bersih berhasil dipangkas
          dengan rencana merger atau akuisisi.   merger ini benar-benar dipertimbangkan,   menjadi Rp742 miliar dibandingkan
            Berbeda dari GOTO yang          maka waktu yang dipilih sungguh    periode yang sama tahun lalu, dan
          memberikan klarifikasi resmi, Grab   strategis. Setelah tersedak oleh badai   EBITDA yang disesuaikan menyentuh
          justru memilih bungkam. Pihak     koreksi valuasi teknologi global sejak   angka positif Rp820 miliar.
          manajemen hanya memberikan jawaban   2022-2023, GOTO justru sedang      Lebih lanjut, pada kuartal ketiga
          singkat bahwa mereka tidak memiliki   berdiri lebih tegak. Angka-angka   2025, GOTO kembali mencatat


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 67
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72