Page 69 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 69

Para ekonom mengibarkan bendera
          kuning. Nailul Huda, pengamat ekonomi
          digital dari Celios menyebut bahwa
          keterlibatan Danantara berpotensi
          menjadi cara untuk menghindari risiko
          pelanggaran aturan anti-monopoli.
          Atau lainnya yaitu menekan ruang
          independensi Komisi Pengawas
          Persaingan Usaha (KPPU).
            Izzudin Al Farras Adha dari Indef             PERUSAHAAN
          juga mengingatkan tentang adanya risiko   MEMATUHI SELURUH
          konsentrasi pasar yang besar. Sebabnya,
          tarif akan lebih mudah dikendalikan,   KETENTUAN SEBAGAI
          alternatif menghilang, insentif mitra         EMITEN PUBLIK
          pengemudi dapat dipangkas sepihak, dan     DAN TETAP FOKUS
          UMKM yang bergantung pada jaringan
          logistik platform akan kehilangan daya        MENGEKSEKUSI
          tawar. Konsolidasi mungkin membuat        STRATEGI MENUJU
          laporan keuangan semakin indah, tetapi
          bisa membuat hidup jutaan konsumen            PROFITABILITAS
          dan pelaku usaha lebih sulit.               BERKELANJUTAN.
            Menurutnya, jika merger benar-
          benar dilakukan, GOTO dan Grab wajib   AGENDA RUPSLB MURNI             R. A. Koesoemohadiani,
          memberikan notifikasi resmi kepada         BAGIAN DARI TATA            Direktur Legal dan Group
          KPPU. Namun, keterlibatan lembaga                                      Corporate Secretary GOTO
          investasi pemerintah dapat membuat    KELOLA PERUSAHAAN
          posisi KPPU menjadi sulit, terutama jika      DAN TIDAK ADA
          pemerintah lebih dahulu memberikan
          pernyataan bahwa merger tersebut tidak   HUBUNGAN DENGAN
          menimbulkan masalah monopoli. Dalam                 SPEKULASI.
          situasi seperti itu, ruang KPPU untuk
          melakukan penilaian independen bisa
          tergerus oleh tekanan politik.
            Akan tetapi, banyak pihak yang
          menilai bahwa ada konteks geopolitik
          yang tidak boleh diabaikan dalam   berjuang menemukan posisi stabil.   isu merger ini telah membuka kotak
          rencana merger dua raksasa itu. Sejak   Merger Grab–GOTO bisa menjadi senjata   pandora: benturan antara logika kapital
          pandemi, sektor teknologi global   andalan Indonesia dalam pertarungan   pasar digital dengan prinsip keadilan
          mengalami koreksi brutal. Dana murah   regional.                     persaingan ekonomi. Jika transaksi ini
          mengering, valuasi ambruk, dan investor   Namun sejarah mengajarkan   terjadi, ia bukan hanya akan mengubah
          yang sebelumnya mudah mengeluarkan   bahwa pertarungan membangun juara   peta ride-hailing tetapi juga akan
          uang berubah menjadi orang yang hemat   nasional seringkali berakhir dengan satu   menguji,  integritas regulasi KPPU juga,
          dan menjalankan disiplin finansial.   pemenang dan jutaan pecundang. Pada   perlindungan konsumen, dan masa depan
          Konsolidasi seolah menjadi strategi yang   akhirnya yang dikhawatirkan adalah   ekonomi digital Indonesia.
          bisa menjadi solusi.              konsumen yang membayar lebih mahal,   Di tengah semua ketidakpastian ini,
            Di Indonesia, tekanan itu diperkuat   pekerja informal yang semakin tertekan,   publik menunggu: apakah kita sedang
          oleh ambisi pemerintah membangun   dan regulasi yang hanya berfungsi   menyaksikan lahirnya raksasa teknologi
          pemain digital besar yang mampu   sebagai ornamen legitimasi.        nasional, atau justru awal dari era
          menyaingi raksasa luar. Shopee       Lalu yang jadi pertanyaan yang   monopoli yang menekan konsumen?
          mendominasi e-commerce, ByteDance   belum terjawab adalah apakah merger   Nanti semuanya akan terlihat kemudian
          memimpin konten dan live commerce,   ini benar-benar sedang dibicarakan?   akan menilai siapa yang diuntungkan dan
          sementara perusahaan lokal masih   Tidak ada bukti publik. Yang jelas,   siapa yang akan membayar harganya.*


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 69
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74