Page 59 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 59

encabutan izin PT Crowde
                  Membangun Bangsa oleh
                  otoritas memantik gelombang
          Pkeprihatinan dalam industri
          fintech, khususnya di sektor peer-to-peer
          (P2P) lending. Di saat sektor berusaha
          memulihkan kepercayaan publik setelah
          maraknya ancaman gagal bayar dan
          tekanan likuiditas yang meningkat,
          kondisi ini ibarat gempa kecil yang             SAMPAI BATAS
          mengguncang fondasi model bisnis yang   WAKTU YANG TELAH
          bergantung pada kepercayaan.
            Ya, aplikasi permodalan untuk                  DITENTUKAN,
          petani itu dinilai tidak memenuhi             PENGURUS DAN
          ketentuan ekuitas minimum Rp 12,5        PEMEGANG SAHAM
          miliar ditambah dengan memburuknya
          kinerja perusahaan dari waktu ke               CROWDE TIDAK
          waktu, dan masalah ini terkait dengan    MAMPU MEMENUHI
          dugaan penggelapan dana dan transaksi
          fiktif. Penutupan Crowde, pada 10           KETENTUAN DAN
          November lalu tentu meninggalkan jejak      MENYELESAIKAN
          kekhawatiran.
            Kepala Departemen Literasi, Inklusi       PERMASALAHAN.              Ismail Riyadi ,
          Keuangan, dan Komunikasi Ismail          DENGAN DEMIKIAN,              Kepala Departemen Literasi,
          Riyadi mengatakan sampai batas waktu                                   Inklusi Keuangan, dan Komunikasi
          yang telah ditentukan, pengurus dan    CROWDE DIKENAKAN
          pemegang saham Crowde tidak mampu     SANKSI PENCABUTAN
          memenuhi ketentuan dan menyelesaikan
          permasalahan. Dengan demikian,           IZIN USAHA SESUAI
          Crowde dikenakan sanksi pencabutan         KETENTUAN YANG
          izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
            Para pemberi dana (lender)                          BERLAKU.
          menghadapi ketidakpastian atas
          pengembalian modal mereka,
          sementara para peminjam (borrower)
          tetap berkewajiban mengembalikan,
          meskipun aplikasi resminya telah dicabut   oleh POJK No. 40/2024, akibatnya risiko   Lender di Ambang Krisis
          izinnya. Namun kegelisahan terbesar   sistemik menyelinap ke bidang yang   Bagi investor atau pemilik dana,
          ada pada ekosistem bisnis P2P secara   semula dianggap nisbi terpisah.  posisi Crowde menghadirkan kenyataan
          keseluruhan yang seperti tersentak oleh   Menurut OJK, Crowde telah masuk   pahit karena dalam model P2P lending
          realitas bahwa model “platform sebagai   dalam pengawasan khusus selama   seluruh risiko pendanaan berada di
          perantara” ternyata rawan runtuh.  beberapa bulan. Anggota industri diberi   tangan pemberi dana. Kondisi ini terjadi
            Model P2P lending dibangun di atas   tahu bahwa Crowde gagal memperbaiki   pada saat industri tengah menghadapi
          aliran dana masyarakat ke peminjam   struktur permodalan, manajemen   lonjakan TWP90 (tunggakan cicilan
          melalui platform digital. Karena   risiko dan tata kelola internalnya. OJK   lebih dari 90 hari) dan tekanan makro
          platform hanya menjadi jembatan,   menegaskan bahwa pencabutan izin   yang membuat kualitas kredit memburuk
          kepercayaan investor bahwa proses akan   bukan semata tindakan represif, tetapi   di banyak platform. Regulasi OJK
          berjalan lancar menjadi krusial. Ketika   bagian dari kebijakan untuk memperkuat   mengatur berbagai kewajiban platform,
          kemudian salah satu platform besar   ketahanan fintech, melindungi   tetapi tidak mewajibkan adanya jaminan
          gagal memenuhi standar operasional —   konsumen, dan mencegah efek domino   pengembalian modal kepada lender
          termasuk kewajiban ekuitas minimum   ke sektor keuangan digital yang lebih   ketika terjadi gagal bayar, sehingga
          dan aturan tata kelola yang ditetapkan   luas.                       hubungan risiko sepenuhnya bertumpu


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 59
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64