Page 55 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 55

rsitektur keuangan Indonesia
                  jarang sekali mengalami
                  bulan yang tenang. Pada
          Aawal September 2025,
          keseimbangannya kembali bergeser
          ketika Presiden Prabowo Subianto
          mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari
          pucuk pimpinan Lembaga Penjamin
          Simpanan (LPS). Nama terakhir
          diangkat menjadi menteri keuangan,
          menggantikan Sri Mulyani Indrawati
          dalam perombakan kabinet.
            Pergantian ini menegaskan
          kegelisahan pemerintahan terhadap
          kinerja ekonomi yang berjalan lambat
          dan kebutuhan mendesak untuk
          menemukan formula baru bagi ambisi
          pertumbuhan 8 persen.
            Kursi yang ditinggalkan Purbaya di
          LPS pun tidak boleh dibiarkan kosong
          terlalu lama. Setelah beberapa hari diisi    Kewenangan untuk melakukan resolusi
          secara sementara oleh Didik Madiyono,        asuransi insolvent di Indonesia terbilang
          Dewan Komisioner akhirnya menyambut
          nakhoda baru: Anggito Abimanyu,              relevan untuk dilakukan sejalan dengan
          ekonom veteran yang sudah malang             kewenangan PPP. Bahkan, rekomendasi
          melintang dalam birokrasi Indonesia.
            Ia masuk dengan agenda enam poin           mekanisme proses resolusi asuransi
          menyangkut pembenahan internal,              insolvent oleh LPS sejalan dengan
          digitalisasi, dan penguatan manajemen        resolusi bank.
          aset. Namun agenda paling berat justru
          bukan yang dirumuskan itu melainkan
          mandat hukum yang menunggunya yaitu          Ogi Prastomiyono , KEP Perasuransian, Penjaminan,
          pembentukan Program Penjaminan Polis         dan Dana Pensiun OJK
          (PPP), skema penjaminan polis pertama
          dalam sejarah Indonesia.
            Di bawah payung Undang-Undang   penempatan dana yang serampangan.  resolusi bank.
          Pengembangan dan Penguatan Sektor    Otoritas Jasa Keuangan (OJK)       Ogi menjelaskan rincian usulan
          Keuangan (P2SK) Tahun 2023, LPS   mendorong agar skema ini mencakup   mekanisme resolusi itu diusulkan status
          diwajibkan meluncurkan PPP paling   kewenangan resolusi, bukan sekadar   pengawasan perusahaan asuransi atau
          lambat 2028. Tugasnya tidak main-main:   likuidasi. Industri asuransi pun   perusahaan asuransi syariah oleh OJK
          menjadi penopang terakhir bagi industri   terlihat kompak mendukung—suatu   menjadi tiga kategori yakni pengawasan
          asuransi, menanggung pembayaran   pemandangan langka untuk ekosistem   normal, pengawasan dalam penyehatan,
          klaim ketika perusahaan tumbang,   yang biasanya terfragmentasi.     dan dalam resolusi. Kemudian,
          sekaligus memutuskan apakah sebuah   Kepala Eksekutif Pengawasan     penetapan perusahaan asuransi yang
          perusahaan layak diselamatkan atau   Perasuransian, Penjaminan, dan Dana   menghadapi suatu masalah perlu
          dibiarkan mati.                   Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menilai   koordinasi antara OJK dengan LPS atau
            Sederhananya, LPS kini bukan hanya   kewenangan untuk melakukan resolusi   tepatnya pada saat perusahaan asuransi
          “penjaga bank”, tetapi juga “dokter   asuransi insolvent di Indonesia terbilang   terkait sudah masuk ke dalam kategori
          UGD” bagi industri asuransi yang   relevan untuk dilakukan sejalan dengan   pengawasan dalam penyehatan.
          kerap datang dengan penyakit bawaan   kewenangan PPP. Bahkan, rekomendasi   Baik Asosiasi Asuransi Umum
          yang sudah lama menjangkiti bank:   mekanisme proses resolusi asuransi   Indonesia (AAUI)maupun Asosiasi
          modal lemah, tata kelola buruk, hingga   insolvent oleh LPS sejalan dengan   Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sepakat


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 55
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60