Page 56 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 56

sebaiknya mekanisme resolusi tidak
                                                                               hanya berfokus di asuransi umum
                                                                               mengingat asuransi umum sejauh ini
                                                                               jarang terjadi insolvent.
                                                                                  Dirinya berharap resolusi yang ada
                                                                               dalam PPP nanti juga bisa berfokus
                                                                               kepada perusahaan reasuransi. “Bila
                                                                               dimungkinkan, perusahaan reasuransi
                                                                               termasuk di dalam program ini, karena
                                                                               ini sangat penting. Kita mengetahui
                                                                               ada beberapa perusahaan BUMN yang
                                                                               sedang bermasalah, sistemik kepada
                                                                               industri asuransi umum sangat-sangat
                                                                               besar. Ini yang menjadi perhatian kami,”
                                                                               terang Budi.
                                                                                  Direktur Eksekutif AAJI Togar
                                                                               Pasaribu mengatakan AAJI sangat
                                                                               menyambut baik setiap perkembangan
                                                                               dalam pembentukan PPP. Pihaknya
                                                                               berharap dalam proses pembentukan dan
                                                                               implementasinya PPP dapat terlaksana
                                                                               bertahap dan terukur dengan senantiasa
                                                                               memperhatikan kesiapan serta dinamika
                                                                               industri.
                                                                                  Selain itu, ia membeberkan, yang
                                                                               tak kalah penting yakni aspek kewajiban
                                                                               keanggotaan, skema penjaminan,
                                                                               batasan manfaat, dan unsur teknis
                                                                               lainnya perlu diatur secara cermat dan
                                                                               sesuai dengan kaidah yang berlaku.
                                                                               Hal tersebut menjadi penting demi
                                                                               memastikan operasional, manajemen
                                                                               risiko, dan keberlanjutan finansial
                                                                               masing-masing perusahaan asuransi
                        LPS menghadapi      bahwa penjaminan polis adalah      dapat terjaga dengan baik.
                     agenda paling berat     kebutuhan publik, bukan sekadar      Dalam setiap diskusi dengan LPS,
                       yaitu menjalankan    langkah regulasi. Ketua Umum AAUI   Togar menjelaskan, pihaknya sudah
                   mandat hukum terkait     Budi Herawan menilai produk yang   memberikan sejumlah usulan terkait PPP
                     yaitu pembentukan      perlu dijamin terlebih dahulu dalam PPP   seperti penjaminan dapat memisahkan
                    Program Penjaminan      adalah produk asuransi yang bersifat   aset investasi dari  pemegang polis untuk
                       Polis (PPP), skema   ritel, massal, dan memiliki keterkaitan   dikecualikan sehingga yang menjadi
                        penjaminan polis    langsung dengan kepentingan konsumen.   obyek penjaminan adalah unsur proteksi
                  pertama dalam sejarah     Contohnya asuransi kendaraan bermotor,   dari polis.
                              Indonesia.    asuransi kredit yang terkait pembiayaan   Kemudian, usulan lainnya terkait

                                            UMKM, serta produk asuransi mikro   besaran iuran keanggotaan dari
                                            yang menyasar masyarakat luas.     perusahaan kepada LPS bisa ditinjau dari
                                               Selain itu, Budi menilai, PPP dapat   tingkat risikonya. Mengenai keanggotaan
                                            diterapkan untuk proses resolusi atau   awal, tambahnya, AAJI menyarankan
                                            penyelamatan asuransi insolvent. Apabila   Risk based Capital (RBC) dapat menjadi
                                            dijalankan, tentu perlu dituangkan ke   salah satu indikator keanggotaan
                                            dalam bagian dari PPP dan undang-  perusahaan. Dengan catatan LPS perlu
                                            undang. Namun, ia menegaskan,      melakukan pemantauan berkelanjutan


         56   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61