Page 57 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 57
kesehatan perusahaan asuransi sampai
dengan program penjaminan berlaku
pada 2028 atau tidak mengacu pada
laporan keuangan tahun tertentu.
Intinya dukungan itu datang
dengan satu catatan besar yaitu batas
penjaminan dan aturan kontribusi harus
jelas. Hal itu dimaksudkan agar LPS tidak
berubah menjadi asuransi raksasa yang
menanggung semua risiko eksternalitas
dari industri. Padahal industri asuransi
masih terbebat masalah disiplin terutama
dalam satu dekade terakhir.
Setahun ini saja industri asuransi
harus mengalami kasus tidak
mengenakkan ketika izin usaha PT
Asuransi Jiwasraya, dicabut OJK pada
Januari 2025 karena kasus mega korupsi.
Selain itu, ada kasus lain seperti Kresna
Life dan PT Asuransi Purna Artanugraha
(ASPAN) yang izinnya juga dicabut
karena gagal memenuhi kewajiban Bila dimungkinkan, perusahaan reasuransi
keuangan.
termasuk di dalam program ini, karena
Harapan Besar ini sangat penting. Kita mengetahui ada
LPS di bawah Anggito, dengan beberapa perusahaan BUMN yang sedang
demikian, memikul peran yang jauh
lebih besar daripada sekadar mengelola bermasalah, sistemik kepada industri
simpanan bank atau melikuidasi asuransi umum sangat-sangat besar.
perusahaan bermasalah. Ia adalah
penyangga reputasi sektor keuangan,
sekaligus bagian dari strategi besar Budi Herawan, Ketua Umum AAUI
negara dalam mempertahankan ritme
pertumbuhan di tengah ekonomi global
yang lesu, ketidakpastian geopolitik, dan Ketua Dewan Komisioner LPS. tidak represif terhadap industri,
perlambatan konsumsi domestik. Sebab, nama Anggito tidak ada protektif namun tidak menciptakan
Di sinilah tantangan pamungkas dalam daftar awal calon DK LPS. Artinya, ketergantungan, disiplin namun tetap
itu muncul. Bagaimana LPS mengelola kata dia, ada mekanisme yang ditempuh adaptif. Kesalahan kecil bisa berbiaya
risiko tanpa menghambat ekspansi sektor di luar jalur normal. “Dengan masuknya besar. Keputusan yang terlalu keras
keuangan, yang justru dibutuhkan untuk nama tambahan setelah seleksi dapat menekan industri dan mengurangi
mencapai target pertumbuhan? berjalan, publik mendapat kesan bahwa likuiditas. Keputusan yang terlalu lunak
Sebelumnya, terpilihnya Anggito pemerintah dan DPR menyimpang dari dapat menghancurkan kredibilitas.
sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS aturan yang berlaku,” tutur Achmad. Kini, dengan PPP sebagai tonggak
sempat menjadi pertanyaan karena Dia pun menilai hal ini bisa menjadi baru, ekspektasi publik menguat terkait
namanya baru muncul di akhir proses. preseden buruk, sebab ke depannya tidak boleh ada lagi kasus di sektor
Pengamat kebijakan publik Universitas integritas seleksi pejabat publik akan asuransi yang dibiarkan berlarut-larut.
Pembangunan Nasional (UPN) diragukan. Jika Anggito mampu menavigasi mandat
Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat Namun begitu, langkah Anggito ini dengan presisi maka namanya akan
mengatakan masalah utama bukan dalam beberapa tahun ke depan tercatat dalam sejarah sebagai pimpinan
terletak pada kapasitas Anggito untuk akan menuntut keseimbangan yang yang bukan hanya sebagai penjaga
menduduki posisi tersebut, melainkan tidak nyaman. Mantan Wakil Menteri stabilitas bank, tetapi sebagai pilar kunci
pada mekanisme pemilihannya sebagai Keuangan ini dituntut tegas namun dalam kestabilan asuransi.*
www.stabilitas.id Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 57

