Page 52 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 52
menyebutnya peralihan dari disiplin
fiskal ke kebijakan dan program yang
pro-pertumbuhan. Di bawah Purbaya,
ujarnya, belanja fiskal akan lebih
ekspansif, dengan target eksplisit
pertumbuhan 8 persen, angka yang
dinilai sebagai sesuatu yang sulit dicapai.
Namun, ambisi tersebut
menimbulkan kekhawatiran yang lazim.
“Pasar ingin melihat apakah ekspansi ini
tetap berkelanjutan secara fiskal,” Rully
memperingatkan. “Sampai hal itu jelas,
volatilitas akan tetap tinggi.”
Memang, sinyal awal beragam.
Partisipasi investor ritel di pasar saham
telah melonjak dengan 643 ribu investor
baru telah bergabung pada September
saja, sehingga total investor domestik
menjadi 18,7 juta, naik 25 persen year-
to-date. Namun, investor asing diam-
diam mundur, menjual saham senilai
Di bawah Purbaya, belanja fiskal akan lebih Rp54,7 triliun tahun ini. Kelimpahan
ekspansif, dengan target eksplisit pertumbuhan likuiditas, tampaknya, semakin bersifat
lokal.
8 persen. Pasar ingin melihat apakah ekspansi Indonesia memasuki era baru ini
ini tetap berkelanjutan secara fiskal. Sampai hal dengan pijakan yang relatif kokoh.
Aktivitas manufaktur, yang diukur
itu jelas, volatilitas akan tetap tinggi. dengan PMI, tetap ekspansif; neraca
perdagangan surplus; inflasi terkendali.
Namun, permintaan domestik—tulang
Rully Arya Wisnubroto, Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas punggung perekonomian Indonesia
yang mencapai 1,4 triliun dollar AS—
masih kurang memuaskan. Kepercayaan
konsumen dan penjualan ritel belum
Meski demikian, kondisi bagus yang kekhawatiran mengenai keseimbangan pulih sepenuhnya, meskipun inflasi telah
perlahan mulai terlihat ini masih belum fiskal dan risiko eksternal. menurun.
menutup kehati-hatian yang sedang Harus diakui, berbeda dengan Dorongan likuiditas pemerintah
melingkupi ekonomi. Investor asing tetap Sri Mulyani, yang menghabiskan sebesar Rp200 triliun dirancang untuk
menjadi penjual bersih dengan lebih dari masa jabatannya untuk memperkuat mengubah hal tersebut. Jika bank benar-
Rp54,7 triliun year-to-date, sementara kredibilitas fiskal, Purbaya memilih benar menyalurkannya ke kredit untuk
643 ribu investor domestik baru menggerakkan sumber daya yang rumah tangga dan usaha kecil, efek
memasuki pasar pada bulan September, menganggur dengan cepat, menerima penggandanya bisa sangat besar. Namun,
sehingga total partisipasi ritel menjadi gejolak jangka pendek demi jika dana tersebut hanya dialihkan
18,66 juta. Singkatnya, investor kembali, pertumbuhan. Ia mengalihkan anggaran menjadi surat berharga pemerintah
tetapi para investor profesional tetap kementerian yang kurang dimanfaatkan berisiko rendah atau disimpan sebagai
skeptis. ke belanja yang lebih “produktif”, cadangan devisa, maka ini semua akan
Mereka yang pro juga mencatat meningkatkan suntikan modal ke menjadi sekadar pertunjukan fiskal.
adanya ketegangan struktural. Di lembaga pemberi pinjaman negara, dan Kini kebijakan tersebut memang
satu sisi, pemerintah mengisyaratkan mengisyaratkan akan melonggarkan masih on the track. Likuiditas melonjak:
pertumbuhan sekitar 8 persen, belanja aliran investasi publik-swasta. rata-rata omzet harian mencapai Rp24
agresif, dan peran ekonomi yang Kepala Ekonom, Rully Arya triliun pada September, rekor tertinggi.
lebih tegas. Di sisi lain, masih ada Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas Meski harus diakui di sisi lain ada dana
52 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

