Page 49 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 49
yang menurunkan batas maksimal risk
sharing dari 10 persen menjadi lima
persen. Direktur Ciputra Life Listianawati
Sugiyanto menjelaskan mekanisme risk
sharing dapat memberi manfaat berupa
harga premi yang lebih rendah bagi
nasabah. Tetapi, proyeksinya bakal
bervariasi sesuai dengan besaran premi
dan cakupan manfaat yang dipilih, baik
individu maupun korporasi. Lebih lanjut,
dirinya berharap, penerapan risk sharing
bisa membantu menekan tren kenaikan
premi asuransi kesehatan yang sering
dikeluhkan masyarakat sekaligus bisa
menjaga limit manfaat peserta dengan
lebih efektif.
Chief Customer and Marketing
Officer Prudential Indonesia, Karin
Zulkarnaen menjelaskan Prudential
Indonesia akan selalu mematuhi regulasi
yang ditetapkan oleh otoritas dan
terus menerus menjalin komunikasi Skema semacam co-payment dapat
secara intens kepada para pemangku
kepentingan di sektor kesehatan. mendorong masyarakat berpenghasilan
Meski demikian, kebijakan rendah untuk berpaling dari produk
pembagian risiko itu menuai kritik dari asuransi komersial ke program Jaminan
sejumlah pihak, terutama lembaga
perlindungan konsumen. Yayasan Kesehatan Nasional (JKN), yang tidak
Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), memberlakukan skema co-payment.
misalnya, menilai kebijakan tersebut
justru merugikan konsumen, karena
mendegradasi manfaat asuransi sebagai Nailul Huda , Ekonom dari Celios
perlindungan finansial menyeluruh.
Ekonom dari Celios Nailul Huda
memperingatkan skema semacam co-
payment dapat mendorong masyarakat
berpenghasilan rendah untuk berpaling pertumbuhan 3,99 persen YoY. Kinerja Risk Based Capital (RBC) masing-masing
dari produk asuransi komersial ke asuransi komersial berupa pendapatan sebesar 471,23 persen dan 312,08
program Jaminan Kesehatan Nasional premi pada periode Januari-Juli 2025 persen (di atas threshold sebesar 120
(JKN), yang tidak memberlakukan skema sebesar Rp194,55 triliun, atau tumbuh persen).
co-payment. Sedangkan Pengamat 0,77 persen YoY, terdiri dari premi Untuk asuransi non komersial yang
Asuransi Irvan Rahardjo mengungkapkan asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar terdiri dari BPJS Kesehatan (badan dan
penerapan seperti co-payment 0,84 persen YoY dengan nilai sebesar program jaminan kesehatan nasional)
dapat menekan potensi fraud serta Rp103,42 triliun, dan premi asuransi dan BPJS Ketenagakerjaan (badan,
menumbuhkan tanggung jawab bersama umum dan reasuransi tumbuh 2,67 jaminan kecelakaan kerja, jaminan
dalam pembiayaan kesehatan. persen YoY dengan nilai sebesar Rp91,13 kematian, atau jaminan kehilangan
Mengutip data OJK, aset industri triliun. pekerjaan) serta program asuransi ASN,
industri asuransi per Juli 2025 mencapai Secara umum, permodalan industri TNI, dan POLRI terkait program jaminan
Rp1.169,64 triliun atau naik 3,30 asuransi komersial masih menunjukkan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,
persen secara tahunan (YoY). Dari sisi kondisi yang solid, dengan industri total aset tercatat sebesar Rp221,24
asuransi komersial, total aset tercatat asuransi jiwa serta asuransi umum dan triliun atau tumbuh sebesar 0,44 persen
sebesar Rp948,4 triliun atau mencatat reasuransi secara agregat melaporkan YoY. *
www.stabilitas.id Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 49

