Page 51 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 51

etika Purbaya Yudhi
                 Sadewa mengambil alih
                 kepemimpinan Kementerian
          KKeuangan Indonesia pada 8
          September 2025, mengga  ntikan Sri
          Mulyani Indrawati, pasar terguncang.
          Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
          merosot lebih dari 1 persen dan rupiah
          terombang-ambing.
            Sesudah itu, Sang Menteri baru
          tampak seperti ‘public darling’ karena
          memberi kesan pro kepada masyarakat
          terutama menengah ke bawah. Sekaligus
          menjadi semacam anti-tesis dari menteri
          sebelumnya.
            Sri Mulyani membangun reputasinya
          di dalam negeri dan internasional berkat
          disiplin fiskal, pengetatan pemungutan
          pajak, dan penjagaan batas defisit.
          Pergantiannya yang mendadak, dan
          di tengah gejolak sosial, menjadikan
          perubahan tersebut simbolis sekaligus        Seluruh indeks sektoral secara month
          praktis.
            Di sisi lain, penggantinya adalah          to month membukukan peningkatan
          Purbaya, seorang insinyur yang beralih       kinerja, kecuali sektor infrastruktur.
          profesi menjadi ekonom yang memimpin         Indeks sektoral yang menunjukkan
          Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
          sebelum jabatan barunya. Ia memulai          penguatan terbesar adalah sektor
          gebrakannya melalui kebijakan                perindustrian.
          penyaluran dana pemerintah Rp 200
          triliun ke bank-bank BUMN untuk
          memperkuat likuiditas, yang dialokasikan      Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal,
          khusus untuk konsumsi dan investasi          Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK
          ekonomi riil, bukan pembelian obligasi.
            Kini Purbaya menggebrak lagi lewat   ucapnya, dikutip dari wawancaranya di   yang menyentuh rekor tertinggi (All-Time
          pernyataannya mengenai proyeksi   CNBC Indonesia TV.                 High).
          optimis bahwa indeks saham dapat     Apa yang diungkapkan oleh          Perkembangan ini ditopang oleh
          mencapai 36.000 pada tahun 2035   Purbaya, boleh dibilang tidak seratus   arah penguatan pasar saham global dan
          — sekitar 4–5 kali lipat dari level   persen mimpi belaka. Setidaknya   kinerja perekonomian domestik yang
          saat ini. Untuk negara yang tingkat   itu didasari oleh kondisi pasar yang   tetap terjaga. IHSG sepanjang sebulan
          pertumbuhannya telah mendekati    meskipun awalnya belum stabil, telah   sejak 16 Oktober terus menerangkan
          5 persen, ambisi tersebut cukup   menunjukkan sedikit pemulihan. Per   hingga pada pertengahan November
          mengejutkan.                      12 November 2025, IHSG ditutup pada   ditutup di level 8.400 atau menguat
            “Kalau kita ciptakan pertumbuhan   level 8.403, naik 17,32 persen year-to-  hampir 3 persen mtm, dengan nilai
          ekonomi di atas enam persen       date; kapitalisasi pasar mencapai hampir   kapitalisasi pasar sebesar Rp14.890
          gambarannya akan beda. Bukan      Rp15.000 triliun.                  triliun.
          karena goreng-gorengan naiknya tetapi   Kepala Eksekutif Pengawas Pasar   “Seluruh indeks sektoral secara
          karena fundamental ekonomi sehingga   Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa   month to month membukukan
          perusahaannya juga besar dibandingkan   Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK)   peningkatan kinerja, kecuali sektor
          dengan sebelumnya. Sehingga nilainya   Inarno Djajadi mengonfirmasi semua itu.   infrastruktur. Indeks sektoral yang
          di pasar pun naik sesuai dengan   Kinerja positif IHSG juga ditunjukkan   menunjukkan penguatan terbesar adalah
          perkembangan size dari perusahaan itu,”   dengan Rerata Nilai Transaksi Harian   sektor perindustrian,” kata Inarno.


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 51
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56