Page 53 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 53

asing keluar di tengah investor ritel   investor individu domestik. Rerata Nilai
          berbondong-bondong masuk.         Transaksi Harian (RNTH) saham pada
                                            September 2025 sempat mencetak rekor   Menteri Purbaya
          Masih Stabil                      tertinggi yaitu sebesar Rp24,02 triliun.   menggebrak lagi lewat
            Meski begitu, untuk saat ini, OJK   Adapun secara ytd per akhir September   pernyataannya mengenai
          tetap optimistis. Ketua Mahendra Siregar   2025, RNTH tercatat sebesar Rp15,50   proyeksi optimis bahwa
          menegaskan bahwa “stabilitas sistem   triliun, meningkat dibandingkan angka   indeks saham dapat
          keuangan tetap terjaga,” mencatat   RNTH ytd per akhir Agustus 2025    mencapai 36.000 pada
          bahwa prakiraan pertumbuhan global   (Rp14,32 triliun) maupun angka RNTH   tahun 2035. Angka ini
          telah membaik dan ketegangan      tahun 2024 (Rp12,85 triliun).        sekitar 4–5 kali lipat dari
          perdagangan mereda. Namun, ia juga   Untuk saat ini, Pernyataan Purbaya   level saat ini.
          memperingatkan bahwa permintaan   terkait indeks saham yang bisa
          domestik harus menguat untuk      menyentuh 36.000 mungkin tidak akan
          mempertahankan momentum.          pernah terwujud, tetapi itu bukan inti
            Kondisi global menawarkan peluang   permasalahannya. Tujuan utamanya
          sekaligus bahaya. OECD telah merevisi   dinilai lebih bersifat psikologis untuk   adalah keyakinan pada pertumbuhan
          pertumbuhan global ke atas, tetapi setiap   meyakinkan pasar, birokrat, dan pemilih   berubah menjadi kecerobohan fiskal.
          gejolak ketegangan geopolitik dapat   bahwa Indonesia dapat tumbuh lebih   Pada akhir tahun 2025, gambaran
          dengan cepat menguras selera risiko.   cepat, berinvestasi lebih berani, dan   pertaruhannya akan lebih jelas. Jika
          Di dalam negeri, kinerja perekonomian   berpikir lebih besar.        pertumbuhan meningkat tanpa lonjakan
          domestik masih terjaga dengan PMI    Narasi itu memiliki kekuatan.   inflasi atau utang, keinginan itu akan
          Manufaktur masih di zona ekspansi   Selama bertahun-tahun, perdebatan   terlihat visioner. Jika tidak, investor
          dan surplus neraca perdagangan yang   ekonomi Indonesia terjebak di antara   mungkin memutuskan bahwa Indonesia
          meningkat.                        dua kecemasan: ketakutan akan inflasi   telah menukar jangkar fiskalnya dengan
            Mengutip data OJK, likuiditas   dan ketakutan akan stagnasi. Purbaya   kebijakan yang lebih rapuh dan sekadar
          transaksi saham pada September 2025   bertaruh bahwa ambisi itu sendiri dapat   pernyataan yang berhasil menggaet
          terpantau meningkat, didominasi oleh   menjadi katalis. Risikonya, tentu saja,   psikologi publik. *


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 53
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58