Page 48 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 48

tetapi tetap mendorong agar aturan teknis
                                                                               disusun dengan mempertimbangkan
                                                                               keseimbangan antara perlindungan
                                                                               konsumen, keberlanjutan bisnis, dan
                                                                               mitigasi risiko moral hazard.

                                                                               Pelaku Bisnis Siap
                                                                                  Hampir seluruh pemain di bisnis
                                                                               asuransi tentu menyambut rencana
                                                                               tersebut karena akan membuka
                                                                               peluang buat mereka menekan beban
                                                                               operasional. Chief Health Officer AXA
                                            pemegang polis akan lebih “bijak”   Financial Indonesia (AFI) Yudhistira
                   Dalam rencana aturan     menggunakan manfaatnya, sekaligus   Dharmawata siap mematuhi aturan
                 yang baru “co-payment”     menekan lonjakan klaim yang        yang diberlakukan OJK termasuk POJK
                    akan diubah menjadi     membebani perusahaan asuransi.     tentang Penguatan Ekosistem Asuransi
                    “risk sharing”. Kali ini   Asosiasi Asuransi Umum Indonesia   Kesehatan. Sejauh ini, pihaknya masih
                 persentase beban biaya     (AAUI) tentu menyambut perubahan dari   menantikan kapan POJK tersebut resmi
                  yang dikenakan kepada     SEOJK menjadi POJK tentang Penguatan   meluncur dan arahan teknisnya seperti
                        masyarakat akan     Ekosistem Asuransi Kesehatan oleh   apa.
                     diturunkan menjadi     regulator dalam rangka meningkatkan   Senada dengan AFI, PT Asuransi
                        sekitar 5  persen.
                                            aksesibilitas dan keterjangkauan produk   Allianz Life Indonesia (Allianz
                                            asuransi kesehatan bagi masyarakat.   Indonesia) juga siap mematuhi aturan
                                            Tetapi, Ketua Umum AAUI Budi       yang diberlakukan oleh regulator jasa
                                            Herawan mengingatkan, skema risk   keuangan. Direktur Legal & Compliance
                                            sharing pada dasarnya memiliki fungsi   Allianz Life Indonesia, Hasinah Jusuf
                                            untuk mengendalikan moral hazard dan   mengungkapkan skema risk sharing
                                            menjaga keberlanjutan portofolio risiko.   pada dasarnya ditujukan guna menjaga
                                               Sehingga, lanjutnya, perlu      kenaikan premi kesehatan agar lebih
                                            penyesuaian strategi underwriting,   terkendali dan stabil dalam jangka
                                            pricing, dan manajemen risiko karena   panjang dibandingkan dengan produk
                                            penurunan proporsi kontribusi peserta   tanpa skema tersebut.
                                            akan berdampak pada struktur klaim dan   PT Asuransi Ciputra Indonesia
                                            risiko perusahaan. Kendati demikian,   (Ciputra Life) menyatakan siap untuk
                                            ia menekankan, AAUI mendukung      melakukan penyesuaian produk
                                            penguatan ekosistem asuransi kesehatan   asuransi kesehatan dengan aturan OJK


         48   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI    www.stabilitas.id
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53