Page 43 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 43

alam lanskap keuangan
                   Indonesia yang kian riuh
                   oleh jargon digital, inovasi
          Dfintech, dan strategi bank
          digital yang gemerlap, ada satu sektor
          tua yang justru berlari paling kencang:
          pergadaian. Industri yang akarnya dapat
          ditarik hingga era kolonial, kini menjadi
          salah satu pilar paling stabil, paling
          adaptif, dan mungkin paling modern di
          balik layar.
            Ketika gejolak ekonomi global
          memaksa bank-bank umum mewaspadai
          risiko kredit, menebalkan rasio
          kecukupan modal, dan menyusun ulang
          likuiditas, yang ujungnya membuat
          bisnisnya melandai, bisnis gadai
          justru melaju tanpa banyak drama.
          Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
          menunjukkan bahwa hingga Agustus
          2025, penyaluran pinjaman pergadaian
          mencapai Rp108,30 triliun, tumbuh            Bisnis pergadaian pada dasarnya
          28,67 persen dari tahun sebelumnya—
          angka yang akan membuat banyak bank          berlandaskan pada aset yang dijaminkan.
          komersial iri. Dari jumlah itu, produk       Jadi, dalam kondisi ekonomi apa pun, selama
          gadai menyumbang porsi dominan               masyarakat memiliki barang dengan nilai
          Rp90,08 triliun atau 83,17 persen dari
          total pembiayaan.                            ekonomis, mereka bisa memanfaatkan
            Perkembangan tersebut sejatinya            layanan gadai untuk memenuhi kebutuhan
          bisa menjadi jawaban atas tudingan
          kondisi daya beli yang melemah yang          likuiditas.
          menimpa perekonomian dalam negeri,
          bahwa ternyata bukan itu yang terjadi        Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas
          melainkan karena meningkatnya literasi       Lembaga Pembiayaan OJK
          keuangan Masyarakat. Dan fakta yang
          membuat otoritas menilai bahwa sektor
          ini semakin menarik. “Bisnis pergadaian
          pada dasarnya berlandaskan pada aset
          yang dijaminkan,” tegas Agusman,   UMKM yang tak pernah benar-benar   pertumbuhan 31 persen hingga
          Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga   rapi, pergadaian cukup memandang dan   September 2025, dengan penyaluran
          Pembiayaan OJK. “Jadi, dalam kondisi   menilai seutas gelang emas.   Rp199 miliar—seluruhnya dari produk
          ekonomi apa pun, selama masyarakat   Siklus ekonomi yang naik-turun   gadai konvensional. “Sekarang banyak
          memiliki barang dengan nilai ekonomis,   juga memperkuat posisi unik industri   yang menggunakan gadai bukan hanya
          mereka bisa memanfaatkan layanan   pergadaian. Dalam kondisi ekonomi   untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga
          gadai untuk memenuhi kebutuhan    sulit, masyarakat tentu mencari dana   untuk mendukung usaha,” kata Direktur
          likuiditas.”                      cepat; dalam masa pemulihan, mereka   Budi Gadai, Budiarto Sembiring.
            Pernyataan itu seolah menegaskan   menambah modal usaha. Inilah yang   Gadai, yang dulu identik dengan
          bahwa risiko kredit yang dianalisis oleh   membuat permintaan pasar di bisnis   praktik ekonomi yang terpaksa dipilih
          bank, oleh perusahaan gadai  hanyalah   gadai relatif stabil, bahkan meningkat.   masyarakat, kini menjadi instrumen
          sebuah proses sederhana menilai   Ini pula yang bisa menjelaskan mengapa   keuangan yang efisien, fleksibel, dan
          barang. Dengan kata lain, ketika bank   perusahaan-perusahaan swasta seperti   pragmatis. UMKM menggunakannya
          sibuk membedah laporan keuangan   PT Budi Gadai Indonesia membukukan   sebagai jembatan pendanaan sementara.


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 43
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48