Page 41 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 41

langkah yang terdengar populis
          sekalipun, tampaknya, harus melewati
          insting forensiknya.
            Hingga Oktober tampaknya
          dorongan aliran likuiditas yang
          sudah diupayakan pemerintah sudah
          menampakkan hasilnya. Untuk saat ini,
          kondisi makroekonomi Indonesia terlihat
          meyakinkan dan kokoh. Pertumbuhan
          ekonomi pada trwiulan kedua mencapai
          5,12 persen, salah satu yang tertinggi di
          G20. Inflasi masih terjaga di level 2,65
          persen (YoY), salah satu yang terendah
          secara global. Defisit fiskal masih
          berkisar di angka 1,56 persen dari PDB
          dan Neraca perdagangan meeruskan
          surplusnya selama 64 bulan berturut-
          turut. Pasar modal pun merespons positif
          dengan Indeks Harga Saham Gabungan
          (IHSG) mencatat rekor tertinggi
          sepanjang masa di level 8.400-an pada
          pekan ketiga November 2025.                  Bank harus tetap berhati-hati dan selalu
            Purbaya mengklaim dorongan                 melakukan uji ketahanan secara berkala,
          likuiditas berkontribusi signifikan
          terhadap stabilitas ini. Ia memprediksi      mempertahankan penyangga modal yang
          sedikit penurunan PDB Triwulan Ketiga,       tinggi, dan bersiap menghadapi volatilitas
          diikuti oleh penguatan Triwulan terakhir.    dari suku bunga global dan perubahan
            Namun demikian, narasi
          pertumbuhan Indonesia selalu dihantui        kebijakan domestik.
          oleh sebuah paradoks: ekonomi
          stabil, tetapi jarang cukup cepat untuk
          memenuhi ambisinya. Untuk menembus           Dian Ediana Rae, KEP Perbankan
          batas 5 persen, sistem membutuhkan
          lebih banyak kelincahan, lebih banyak
          kedalaman, dan lebih banyak keyakinan
          bahwa likuiditas tidak akan menguap   berhati-hati dan selalu melakukan   disparitas regional, dan kebiasaan
          ketika angin global berubah.      uji ketahanan secara berkala,      lama. Kebijakan intervensi likuiditas
                                            mempertahankan penyangga modal     dari Menteri Purbaya saat ini, tidak bisa
          Perlahan dan Hati-Hati            yang tinggi, dan bersiap menghadapi   dilepaskan dari keinginan pemerintah
            Kepala Eksekutif Pengawas       volatilitas dari suku bunga global dan   untuk mencapai merintis pertumbuhan
          Perbankan OJK Dian Ediana Rae, turut   perubahan kebijakan domestik. Bank-  yang tinggi mencapai 8 persen dalam
          memberikan penilaian optimis. Per   bank Indonesia termasuk yang paling   lima tahun ke depan.
          September 2025, berdasarkan data yang   menguntungkan di Asia, tetapi juga   Jika isu likuiditas sudah tertangani
          dipegangnya kredit tumbuh 7,7 persen   termasuk yang paling konservatif.   dan jika penyerapan kredit berlanjut,
          YoY, mencapai Rp8.163 triliun, DPK   Namun, apakah kehati-hatian ini   setidaknya hal itu dapat membuka
          naik 11,18 persen menjadi Rp9.695   merupakan kekuatan atau hambatan   lintasan pertumbuhan yang lebih
          triliun, LDR berada di 84,19 persen—  masih menjadi bahan perdebatan.  tinggi. Namun, jika sistem kembali ke
          nyaman dan seimbang, dan NIM         Di atas semua, terlihat bahwa   kehati-hatian, jika likuiditas kembali
          dan ROA tetap tinggi, didorong oleh   perekonomian Indonesia mulai tampak   menggenang di tempat yang salah,
          digitalisasi dan efisiensi biaya yang lebih   tenang dan percaya diri. Tetapi, di balik   atau jika gejolak global mengejutkan
          baik.                             permukaannya, terdapat sistem yang   Indonesia, reformasi tersebut mungkin
            Ia mengingatkan bank untuk tetap   masih rentan terhadap kemacetan,   hanya akan efektif sementara.*


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 41
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46