Page 39 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 39

banyak uang yang diparkir aman di
          bank sentral, maka terlalu sedikit yang
          mengalir melalui arteri perekonomian.
            Purbaya menegaskan inisiatif
          penempatan dana pemerintah di
          perbankan tidak hanya menjaga
          likuiditas semata melainkan juga
          memberikan efek berganda terhadap
          perekonomian Indonesia. Efek itu mulai
          dari menurunkan biaya dana atau Cost
          of Fund (CoF), mendorong pembiayaan
          di sektor riil, hingga menjaga momentum
          pemulihan. Dia menambahkan, dampak
          dari kebijakan itu juga bisa dilihat dari
          peningkatan jumlah uang beredar yang
          tumbuh signifikan menjadi 13,2 persen
          pada September 2025 atau naik dari
          8,5 persen pada Agustus dan 7,6 persen
          pada Juli 2025.
            Namun Sang Menteri tidak berhenti
          di situ. Dia menyarankan adanya
          perubahan dalam menilai kondisi              Bank Mandiri optimistis dapat menyerap
          likuiditas di sistem keuangan Tanah Air.
          Selama bertahun-tahun, Komite Stabilitas     penempatan dana ini secara optimal hingga
          Sistem Keuangan (KSSK) Indonesia             100 persen pada akhir tahun ini dengan
          mengandalkan rasio-rasio seperti Aset        prioritas pada sektor dan industri padat
          Likuid terhadap Simpanan Non-Inti (AL/
          NCD) dan Aset Likuid terhadap Dana           karya serta UMKM yang terbukti mampu
          Pihak Ketiga (AL/DPK). Rasio-rasio           menjadi penopang kehidupan ekonomi.
          tersebut secara konsisten menunjukkan
          bahwa sistem tersebut sehat. Namun
          para bankir di seluruh negeri memiliki       Novita Widya Anggraini,
          cerita yang berbeda, likuiditas dirasa       Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri
          mengetat.
            Purbaya sependapat dengan
          bankir-bankir itu. Indikator-indikator
          tersebut, menurutnya, keliru dan   Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi   mencapai Rp27,6 triliun (50 persen),
          dinilai mengaburkan masalah struktural   (BPI) Danantara, mengatakan setiap bank   BTN sebesar Rp4,8 triliun (19 persen),
          yang tidak dapat diabaikan oleh   memiliki pendekatannya sendiri terhadap   dan BSI menyentuh Rp5,5 triliun (55
          pemerintah. Kementeriannya kini sedang   penilaian kredit, jangka waktu pinjaman,   persen).
          mengembangkan seperangkat alat baru   dan pemodelan risiko.             Mandiri, yang memiliki mesin
          yang memiliki kemampuan mendeteksi   Hingga saat ini bank-bank negara   kredit paling efisien di antara Himbara,
          lebih dini tanda-tanda mengeringnya   penerima suntikan dana sudah mulai   dengan yakin berjanji untuk menyerap
          likuiditas. Jika Indonesia berharap   menyalurkannya menjadi pembiayaan.    alokasinya sepenuhnya pada akhir
          mencapai pertumbuhan tahunan      Per 30 September 2025, dari Rp200   tahun. “Bank Mandiri optimistis dapat
          6–7 persen dalam beberapa tahun   triliun yang tersimpan di lima lembaga   menyerap penempatan dana ini secara
          mendatang, kalibrasi likuiditas yang   pembiayaan milik negara, Rp112,4   optimal hingga 100 persen pada akhir
          tepat mungkin sama pentingnya dengan   triliun atau sekitar 56 persen, telah   tahun ini dengan prioritas pada sektor
          menyuntikkannya.                  dikonversi menjadi kredit. Bank Mandiri   dan industri padat karya serta UMKM
            Namun demikian, suntikan likuiditas   telah menggelontorkan Rp40,6 triliun   yang terbukti mampu menjadi penopang
          yang besar bukan berarti bank bisa   (74 persen dari alokasi), BRI mencapai   kehidupan ekonomi keluarga di berbagai
          aman dan melaju tanpa kendali. Rosan   Rp33,9 triliun (62 persen), BNI sudah   wilayah Indonesia,” jelas Novita Widya


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 39
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44