Page 35 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 35
triliun disertai dengan penurunan suku
bunga acuan BI adalah kesempatan
emas. Tantangannya terletak pada
disiplin bank, keberanian dunia usaha,
dan efektivitas pengawasan pemerintah.
Jika tiga faktor ini bertemu, peluang
transformasi ekonomi terbuka lebar.
Jika tidak, kebijakan besar ini tidak akan
memberikan dampak yang signifikan
terhadap perekonomian dan dunia usaha.
Simpulan
Meski BI telah memotong suku
bunga acuan, bank tidak serta merta
Grafik 5. Persentase Kredit Konsumtif dan Produktif Q2 2025 menurunkan suku bunga kredit. Hal ini
dilakukan untuk menjaga biaya dana
(cost of fund) dan suku bunga kredit
agar margin keuntungan tidak terkikis
sekaligus menimbang risiko kredit
bermasalah (NPL). Persaingan DPK lewat
special rate simpanan juga membuat
cost of fund turun lebih lambat, sehingga
penyesuaian bunga bank terhadap BI
Rate cenderung bertahap. Dalam sebuah
pernyataan, Ketua Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra
Siregar mengatakan “Dengan adanya
dana Rp 200 triliun ini maka LDR mereka
sekarang turun di bawah 90 persen
Sumber: Laporan Publikasi Bank (data diolah) sehingga memberikan ruang lebih besar
bagi bankbank itu untuk memberikan
menjadi motor kredit, kerap terhalang special rate kredit untuk segmen debitur pinjaman, kredit kepada debitur”. Namun
keterbatasan agunan atau rekam jejak yang dianggap paling aman dan paling kapasitas bukan berarti realisasi. Seperti
keuangan yang lemah. Tanpa keberanian kompetitif. bunga kredit, tak sertamerta ikut turun
dari sisi peminjam, dana segar bisa Meski demikian, peluang yang mengikuti penurunan suku bunga
berhenti hanya sebagai angka di neraca terbuka juga tidak kecil. Penurunan BI acuan Bank Indonesia. Dengan kata
bank. rate menurunkan biaya dana, membuat lain, jalan menuju kredit murah adalah
Penurunan BI Rate tidak otomatis bunga kredit berpotensi lebih murah. Ini perjalanan panjang yang melibatkan
menurunkan bunga kredit dalam bisa jadi titik balik bagi pelaku usaha yang banyak faktor: kepercayaan dunia usaha,
waktu cepat, karena harga dana bank menimbang untuk ekspansi. Sektorsektor keberanian bank menurunkan bunga,
ditentukan juga oleh dinamika persaingan seperti manufaktur, konstruksi, hingga hingga kestabilan makro yang harus
penghimpunan dana. Di fase “perang suku digital ekonomi bisa memanfaatkan dijaga. Stimulus fiskal dan moneter
bunga”, bank kerap menawarkan special momentum untuk tumbuh lebih cepat. hanyalah pintu masuk awal, namun yang
rate pada deposito atau skema promosi Lebih jauh, program pemerintah menentukan apakah kredit benarbenar
tertentu agar dana tidak berpindah yang menekankan penyaluran ke UMKM terserap sesuai dengan tujuan awal adalah
ke bank lain. Ketika special rate di sisi berpotensi memperbaiki struktur perilaku bank di lapangan.*
pendanaan masih tinggi, Cost of Fund ekonomi dari bawah. Bila kredit benar LPPI
File ini dapat diunduh melalui : http://lppi.or.id/produk/riset/
turun lebih lambat, sehingga ruang benar mengalir ke pengusaha kecil, efek Untuk korespondensi dan informasi lebih lanjut, hubungi :
Desk Riset dan Pengembangan Program (DRPP)
untuk menurunkan bunga kredit secara ganda pada lapangan kerja dan konsumsi Telp: (021) 71790919 | Email: riset@lppi.or.id
Website : www.lppi.or.id
menyeluruh menjadi terbatas. Akibatnya, rumah tangga bisa menjadi penggerak Disclaimer: Tidak ada satu bagian pun dalam publikasi ini yang ditujukan
penurunan bunga kredit biasanya terjadi pertumbuhan yang lebih inklusif. sebagai promosi, penawaran, rekomendasi, nasihat investasi, atau untuk
membentuk dasar keputusan-keputusan strategis atas suatu kegiatan,
produk, dan/atau jasa dari pihak manapun. Oleh karena itu, LPPI tidak
bertahap dan lebih selektif, misalnya lewat Dengan kata lain, penyaluran Rp200 bertanggung jawab terhadap keputusan pihak manapun.
www.stabilitas.id Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 35

