Page 30 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 30
Leadership
Speak With Candor
Oleh Heru Kristiyana, Direktur Utama LPPI
encana adalah kebingungan atau ketidakpastian.
alam selalu Paul William “Bear” Bryant, seorang yang
memberikan dikenal sebagai salah satu pelatih terhebat dalam
Bpesan football Amerika, pernah mengatakan sebuah kalimat
kepada manusia, betapa yang selalu dikutip ketika terjadi masalah besar
rapuhnya dunia, bahkan menimpa sebuah organisasi. In a crisis, don’t hide
di zaman yang semakin behind anything or anybody. They’re going to find you
modern ini. Bencana anyway.
alam juga seringkali Di tengah bencana, kata-kata bukan sekadar
memperingatkan suara. Ia adalah instrumen kebijakan. Kalimat yang
kita bahwa ada yang tepat dapat menggerakkan ribuan sukarelawan.
salah pada cara kita Kalimat yang keliru dapat menciptakan panik di
mengelola dan memelihara alam. Namun demikian jalan-jalan.
di saat infrastruktur luluh lantak dan data statistik Karena itu seorang pemimpin tidak boleh
kehilangan relevansinya, ada satu hal yang justru mengeluh, tidak boleh menyalahkan, tidak boleh
semakin penting yaitu respons seorang pemimpin. melontarkan komentar yang menyinggung
Sebagai bangsa yang telah berulang kali diuji sensitivitas korban. Sebab kata-kata pemimpin
oleh gempa, banjir, erupsi, dan berbagai bencana membentuk realitas psikologis rakyatnya.
lainnya, kita tahu bahwa respons pemerintah bukan Dalam hal ini gaya komunikasi seorang
sekadar soal logistik atau anggaran. Ia juga soal pemimpin menjadi penting. Tidak hanya harus
komunikasi. Bagaimana seorang pemimpin berbicara pandai berkomunikasi, ia juga harus disiplin
ketika rakyat sedang kehilangan, bagaimana ia dalam berbicara sebagai cerminan integritas
menyampaikan kenyataan tanpa memperbesar kepemimpinan. Menurut pandangan saya, setidaknya
kecemasan, dan bagaimana ia menata ulang ada tiga kualitas yang harus ada dalam setiap
kepercayaan publik, menjadi penting dan sering komunikasi pemimpin pada saat krisis. Pertama dan
menjadi fondasi dari setiap pemulihan. yang paling utama adalah kejujuran, karena tanpa
Dalam banyak pengalaman saya di sektor jasa itu, kredibilitas dan kepercayaan akan segera runtuh.
keuangan, saya belajar bahwa kepercayaan adalah Kedua, adalah empati, karena bencana bukan hanya
mata uang paling berharga yang dimiliki sebuah angka kerusakan, tetapi tentang banyak orang yang
lembaga. Setiap krisis membuktikan bahwa kejujuran kehilangan harta benda dan sanak saudaranya.
jauh lebih menenangkan daripada ketidakpastian. Ketiga, adalah kejelasan, karena setiap kata yang
Karena itu, dalam situasi krisis, seorang pemimpin kabur dapat diterjemahkan menjadi tindakan yang
bukan hanya dituntut hadir; ia dituntut berbicara salah.
terus terang, jelas, dan penuh tanggung jawab— speak Pemimpin yang baik tidak pernah menggunakan
with candor. kata-kata untuk menutupi kelemahan. Ia
Keterusterangan bukan berarti menyampaikan menggunakannya untuk memperkuat kepercayaan.
setiap detail teknis. Keterusterangan berarti memberi Pemimpin tidak menyembunyikan fakta, tetapi
arah. Menyampaikan apa yang terjadi, apa yang menjelaskan fakta dengan kedalaman dan
sudah dilakukan, apa yang belum bisa dilakukan, dan ketenangan yang mengurangi kecemasan. Pemimpin
apa yang harus dipersiapkan. Barangkali publik dapat tidak menciptakan harapan palsu, tetapi membangun
memahami kesulitan, yang tidak dapat mereka terima harapan yang bertumpu pada realitas. *
30 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

