Page 29 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 29

menurunkan kepastian                                                             komitmen pada transfer
          investasi.                                                                       pengetahuan. Reformasi
            Ketiga, lemahnya                                                               peraturan daerah dan
          institusi pendidikan                                                             penyederhanaan proses
          dan kualitas sumber                                                              perizinan perlu dilanjutkan
          daya manusia. Skor                                                               dengan penegakan hukum
          PISA (Programme                                                                  yang tegas terhadap aparat
          for International                                                                yang bermain rente.
          Student Assessment)                                                                Kedua, pemberantasan
          Indonesia masih                                                                  korupsi mesti diletakkan
          berada di kelompok                                                               kembali sebagai agenda
          bawah, menunjukkan                                                               utama, bukan sekadar
          rendahnya kompetensi                                                             jargon moral. Institusi
          dasar yang mendukung                                                             pengawasan perlu
          inovasi industri.                                                                diperkuat dan diberi
          Tanpa tenaga kerja                                                               independensi yang nyata.
          dengan kemampuan                                                                 Tanpa tata kelola yang
          literasi teknologi dan                                                           bersih, industrialisasi
          matematika, strategi                                                             hanya akan menjadi proyek
          industrialisasi hanya                                                            elitis yang menyisakan
          akan melahirkan                                                                  ketimpangan baru.
          pabrik­pabrik dengan                                                               Ketiga, peningkatan
          produktivitas rendah                                                             kualitas sumber daya
          dan ketergantungan           Gambar 3. Skor PISA Negara-Negara                   manusia menjadi mutlak.
          pada impor komponen.                 ASEAN 2018 dan 2022                         Pemerintah harus berani
            Teori pertumbuhan                                                              berinvestasi besar
          ekonomi menyatakan                                                               dalam pendidikan sains,
          bahwa determinan                                                                 matematika, dan vokasi
          pertumbuhan ekonomi                                                              industri. Skor PISA yang
          adalah kapital dan                                                               rendah menunjukkan
          tenaga kerja. Keduanya                                                           bahwa sistem pendidikan
          tidak bisa dipisahkan                                                            kita gagal menyiapkan
          dan memiliki                                                                     generasi yang siap
          hubungan yang positif                                                            menghadapi otomatisasi
          dalam mendorong                                                                  dan digitalisasi industri
          pertumbuhan ekonomi.                                                             4.0. Dalam konteks ini,
          Modal atau kapital                                                               kolaborasi antara industri
          membutuhkan                                                                      dan lembaga pendidikan
          sumber daya manusia                                                              menjadi keharusan.
          yang handal agar                         Sumber : www.datapandas.org                Akhirnya,
          modal yang ada bisa                                                              reindustrialisasi bukan
          dikelola dengan baik dan menghasilkan   ini tidak dapat dicapai dengan satu   hanya proyek ekonomi. Ia menuntut
          keuntungan optimal. Misalnya adalah   kebijakan tunggal seperti hilirisasi. Ia   disiplin, budaya produktivitas, dan
          pemodal di industri teknologi tinggi tidak   membutuhkan orkestrasi kebijakan fiskal,   integritas nasional. Bila desa sudah siap,
          akan menanamkan modalnya di negara   pendidikan, tata kelola, dan diplomasi   maka tugas negara adalah memastikan
          yang nilai PISA nya rendah karena industri   ekonomi yang saling terintegrasi.  kota dan pusat­pusat industri dapat
          teknologi tinggi membutuhkan SDM     Oleh karena itu, diperlukan,    menampung limpahan sumber daya
          mumpuni yang salah satunya terlihat dari   pertama, menarik FDI berkualitas   dari desa. Tanpa itu, kita akan terus
          skor PISA.                        tinggi. Pemerintah harus berani menata   menyaksikan tenaga muda bangsa ini
            Perlu dilakukan langkah­langkah   ulang kebijakan investasi, memastikan   mengalir ke luar negeri, sementara negeri
          strategis dan konkrit untuk menghidupkan   insentif fiskal diberikan hanya pada   sendiri terus menunggu kebangkitan yang
          kembali proses industrialisasi. Kebijakan   investor yang membawa teknologi dan   tak kunjung tiba. *


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 29
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34