Page 28 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 28
RISET
ingin bonus demografi Indonesia Gambar 2. Pertumbuhan Sektor pasar. Secara teoritis, kondisi ini
berakhir siasia Industri Manufaktur Indonesia dan harusnya menjadi prasyarat ideal
Vietnam 2003-2024 (Persen) bagi reindustrialisasi, karena industri
Pentingnya Industrialisasi membutuhkan tenaga kerja yang
Presiden Prabowo mewarisi dekat, murah, dan terkoneksi dengan
fondasi yang menjanjikan untuk baik.
melakukan reindustrialisasi. Namun yang terjadi justru
Peninggalan tersebut adalah sebaliknya. Melimpahnya sumber
infrastruktur membentang, jalan daya manusia Indonesia tidak
desa dan konektivitas antar kawasan terserap maksimal di dalam negeri.
membaik, serta transformasi digital Alhasil banyak penduduk usia
mulai menyentuh wilayah pedalaman. produktif memilih merantau ke
Namun infrastruktur tanpa luar negeri menjadi pekerja migran
lompatan struktural dalam industri Indonesia (PMI). Lagilagi, sektor
akan berhenti sebagai lanskap yang dituju sebagai tempat bekerja di
pembangunan yang indah tapi Sumber : World Development Indikator, Bank Dunia 2025 luar negeri adalah sektor yang tidak
mandek. Indonesia telah menyiapkan membutuhkan skill tinggi. Pada 2024,
“jalan menuju industrialisasi,” tetapi Gambar 3. Pekerjaan Terbanyak dari 8 pekerjaan terbanyak PMI di luar
apakah kendaraan besar bernama Pekerja Migran Indonesia Tahun negeri, 43.54 persennya adalah sektor
industrialisasi itu benarbenar melaju? 2024 ( persen) jasa asisten rumah tangga. PMI yang
Industrialisasi bukan sekadar bekerja di sektor industri hanya 2,91
proses pembangunan pabrik. Ia persen dan operator produksi 3,67
adalah mekanisme transformasi persen.
ekonomi dari produktivitas rendah Di sisi lain, remitansi yang lebih
menuju produktivitas tinggi. Sejarah bisa untuk meningkatkan konsumsi
ekonomi membuktikan, tidak ada di desa, tapi tidak membangun
negara yang mampu keluar dari akumulasi kapital lokal. Uang hasil
jebakan kelas menengah tanpa bekerja di luar negeri lebih banyak
melewati fase industrialisasi yang berputar pada konsumsi rumah
kuat. Lihat saja yang terjadi di Jepang, tangga, bukan investasi produktif.
Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Inilah tanda bahwa ekonomi
dan bahkan Vietnam yang menjadi Indonesia gagal menyediakan tangga
contoh yang paling relevan. Sumber : Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), 2024 mobilitas ekonomi dalam negeri.
Sektor pertanian dan jasa
masih menjadi penyangga tenaga Tantangan Reindustrialisasi
kerja Indonesia, namun kedua sektor hilirisasi masih bertumpu pada investasi Upaya menata kembali industrialisasi
ini memiliki keterbatasan dalam hal asing yang terpusat di sektor ekstraktif, Indonesia di era pemerintahan Prabowo
produktivitas. Pertanian menghadapi bukan manufaktur padat karya. Akibatnya, Gibran akan menghadapi sedikitnya
fragmentasi lahan dan teknologi yang penciptaan lapangan kerja industri tidak tiga tantangan utama. Pertama,
lambat, sedangkan sektor jasa, meskipun tumbuh signifikan. Ironisnya, di saat minimnya investasi langsung asing
berkembang, cenderung berpusat di kota desa telah membaik infrastrukturnya dan (FDI). Investor masih menilai Indonesia
besar dan berorientasi konsumsi. Industri tenaga kerja produktif tersedia, pabrik relatif lambat dalam reformasi birokrasi
manufaktur berperan menciptakan pabrik yang seharusnya menyerap tenaga dan kepastian hukum. Meskipun upaya
nilai tambah karena ia mengubah kerja, justru tidak tumbuh sesuai harapan. menyederhanakan izin telah dilakukan
bahan mentah menjadi produk bernilai Salah satu paradoks ekonomi sejak era Jokowi, birokrasi di level daerah
tinggi, menyerap tenaga kerja luas, dan Indonesia terkini adalah kesiapan desa dan peraturan sektoral sering menjadi
menciptakan efek berganda bagi sektor yang tidak disambut oleh kesiapan hambatan.
lain. industri. Selama 10 tahun pemerintahan Kedua, korupsi yang melekat di banyak
Hilirisasi yang dicanangkan di era Jokowi, pembangunan desa menjadi lini pemerintahan lokal dan pusat. Dalam
Presiden Joko Widodo memang membuka fondasi penting. Desa kini lebih konteks industri, korupsi bukan sekadar
ruang menuju industrialisasi sumber terkoneksi, fasilitas dasar meningkat, persoalan moral, melainkan ekonomi
daya alam, namun sebagian besar proyek dan masyarakat mulai berorientasi politik: ia menambah biaya transaksi dan
28 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

