Page 24 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 24
menjadi pedang bermata dua. Bank Adaptasi Teknologi
menggunakan AI untuk mendeteksi Perbankan menghadapi tantangan
aktivitas mencurigakan secara real- besar dalam modernisasi infrastruktur
time, menganalisis pola transaksi, dan digital. Banyak sistem lama masih
mencegah fraud serta bot attack. Namun, mengandalkan Virtual Machine
penjahat siber juga memanfaatkan AI terpisah yang mempersulit integrasi
untuk memperkuat serangan, termasuk dan monitoring. BCA memutuskan
phishing otomatis, malware cerdas, dan memodernisasi infrastrukturnya
deepfake suara untuk membobol call dengan platform Cloudera AI yang
center. memungkinkan praktik MLOps terpusat,
Harry menegaskan bahwa AI bukan pipeline CI/CD otomatis, monitoring
hanya untuk layanan pelanggan, tetapi berkelanjutan, dan retraining model
juga untuk operasional internal dan terintegrasi.
manajemen risiko. “Artificial Intelligence Langkah ini tidak hanya
digunakan untuk peningkatan efisiensi meningkatkan efisiensi, tetapi juga
operasional, pengalaman nasabah, hingga memperkuat fondasi keamanan.
manajemen risiko melalui otomasi Adhitya Bhaswara menekankan bahwa
cerdas,” pungkas dia. Implementasi transformasi ini memungkinkan
AI di bank besar global, seperti DBS, bank merespons kebutuhan pasar
JP Morgan, dan HSBC, menjadi acuan dengan cepat, menjaga keamanan, dan
untuk pengembangan sistem serupa di memperluas peluang bisnis. Inovasi
Adhitya Bhaswara, Vice President Indonesia. ini menjadi bukti bahwa modernisasi
of Data Management BCA Pemanfaatan AI memungkinkan teknologi dan keamanan digital berjalan
perbankan menganalisis perilaku seiring, bukan berdiri sendiri.
(BCA berkolaborasi nasabah dan mendeteksi anomali Harry, juga mengadaptasi sistem
Sementara Bank Mandiri, kata
transaksi sebelum kerugian terjadi.
dengan Cloudera) Sistem prediktif ini meminimalkan pertahanan berlapis, mulai dari server
Transformasi ini keterlambatan respon yang kerap farm, jaringan kantor cabang, perangkat
terjadi pada serangan manual. AI juga
pegawai, jaringan, hingga aplikasi
mempercepat digunakan dalam pemeringkatan risiko nasabah. ”Setiap lapisan memiliki kontrol
deployment transaksi dan pengawasan otomatis pada keamanan spesifik, termasuk multi-factor
model risiko, akun ritel maupun wholesale. authentication, firewall, dan anti-DDoS.
Namun, lanjut Harry, AI bukan
Sistem monitoring 24/7 memastikan
meningkatkan tanpa risiko. Teknologi yang sama dapat respons insiden cepat dan akurat,”
monitoring, dan dipakai untuk menyusun serangan katanya.
kepada perbankan. Ini menuntut sistem
Selain itu, perbankan mulai
memungkinkan keamanan yang tidak hanya reaktif tetapi mengadopsi mekanisme phone binding
retraining model juga adaptif dan prediktif. dan second-layer authentication saat
perangkat baru digunakan. Behavioral
Integrasi AI dalam sistem
secara teratur, keamanan memerlukan infrastruktur analytics diterapkan untuk mendeteksi
sekaligus menjaga yang memadai. BCA, misalnya, aktivitas tidak biasa, sehingga bank
berkolaborasi dengan Cloudera
mampu menyesuaikan level keamanan
kepatuhan terhadap untuk membangun platform machine dengan level pengguna terlemah,
regulasi. learning yang kokoh, otomatis, dan sekaligus menjaga pengalaman nasabah
terkelola dengan baik. “Transformasi
tetap mulus.
ini mempercepat deployment model Dalam hal ini bank mengetatkan
risiko, meningkatkan monitoring, proses e-KYC, liveness detection, dan
dan memungkinkan retraining model OCR berlapis. Andreas Kurniawan,
secara teratur, sekaligus menjaga Chief Digital & Analytics Officer Bank
kepatuhan terhadap regulasi,” kata Danamon, menyatakan bahwa verifikasi
Adhitya Bhaswara, Vice President of identitas digital yang dikelola pihak
Data Management BCA. lain membuat onboarding lebih aman,
24 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

