Page 20 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 20
fintech. Kondisi ini memang berkebalikan konsisten menggunakan instrumen
dengan yang terjadi ketika pertama sekuritisasi KPR sebagai strategi
kali pemain layanan keuangan berbasis pendanaan. Total sekuritisasi yang BTN
teknologi muncul ketika merekalah yang lakukan sudah mencapai Rp13 triliun.
menjadi penantang. “Ini adalah cara kami menyeimbangkan
Pertumbuhan pinjaman fintech kebutuhan likuiditas jangka panjang
di sektor konsumer berjalan jauh sambil terus agresif menyalurkan KPR
lebih cepat dibanding bank. Data OJK Subsidi dan MBR Non-Formal. Selain
mencatat bahwa pembiayaan paylater itu, kami memperkuat manajemen risiko
perusahaan pembiayaan tumbuh 39,3 kredit melalui sistem Early Warning
persen YoY menjadi Rp 8,22 triliun System dan Credit Scoring Model yang
pada Maret 2025. Outstanding pinjaman adaptif untuk segmen konsumen,”
P2P lending mencapai Rp 80,02 triliun, ujarnya.
tumbuh 28,72 persen YoY.
Pertumbuhan ini bukan kebetulan. Vs Bank Digital
Fintech bergerak cepat, memanfaatkan Aset bank digital Indonesia kini
embedded finance dalam e-commerce, mencapai puluhan triliun rupiah,
aplikasi ride-hailing, hingga platform sebuah angka signifikan. Meski begitu
gaya hidup. Mereka meminjamkan uang angka tersebut masih semenjana jika
di titik konsumen membuat keputusan, dibandingkan dengan para raksasa bank
bukan di kantor cabang seperti bank konvensional. Bank Mandiri memiliki
Harry Sofri Putranda, VP Digital tradisional. aset mencapai Rp 1.973 triliun, sementara
Experience & Strategy Mandiri Bank konvensional tidak bisa anggota liga raksasa lainnya seperti BRI,
menandingi kecepatan itu jika mereka BNI, dan BCA memiliki aset di kisaran
Bank digital enggan untuk mengubah dirinya. Strategi Rp 1.000 triliun–1.700 triliun.
yang kini ditempuh adalah leverage
Akan tetapi, ancaman dari bank
unggul pada digital ecosystems. Bank besar mengejar digital bukan pada skala, melainkan
kelincahan. Kami dua front besar: memperkuat super app pada kecepatan akuisisi nasabah dan
unggul pada data, dan masuk lebih dalam ke ekosistem kejernihan pengalaman pengguna.
digital lewat API, partnership, dan data-
Mereka menawarkan onboarding dalam
ekosistem, dan sharing. hitungan menit, scoring otomatis, dan
Untuk memenangkan persaingan,
mitigasi risiko. bank konvensional tidak hanya harus pinjaman mikro instan.
Lihat saja di segmen pembiayaan
Pertarungan bertransformasi secara digital, tetapi mikro dan konsumtif seperti paylater
bukan hanya di juga harus inovatif dalam manajemen dan pinjaman peer to peer. Bank digital
dan fintech, dalam pertarungan ini lebih
dana dan risiko. Dalam konteks KPR
aplikasi, tetapi yang berjangka panjang, contohnya, unggul dalam instant lending berkat
seberapa dalam masalah liquidity mismatch (pendanaan penggunaan Artificial Intelligence (AI)
KPR jangka panjang dengan DPK jangka
dan Machine Learning untuk credit
layanan dapat pendek) menjadi krusial. scoring.
Eko Waluyo, Direktur HC and
Namun, bank konvensional kini
terintegrasi. Compliance BTN, menjelaskan bahwa membalas. Terutama di bank-besar
kunci untuk menjaga momentum besar, mereka merespons serangan itu
pertumbuhan adalah dengan mitigasi dengan menciptakan super app mereka
risiko yang tepat dan inovasi pendanaan. sendiri. Bank Mandiri mengubah Livin’
“Kami memanfaatkan kebijakan OJK menjadi gerbang ke seluruh layanan,
yang memberikan insentif bobot risiko dari transaksi harian hingga pembiayaan
rendah untuk KPR. Namun, yang konsumtif. BRI punya BRIMo,
terpenting adalah bagaimana bank BNI meluncurk Wondr, dan BCA
meramu strategi pendanaan dan risiko,” mengandalkan Blu.
kata Eko Waluyo. Bank-bank ini memanfaatkan data
Eko menambahkan, BTN secara transaksi nasabah yang sudah lama
20 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

