Page 15 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 15
yaitu era discipline building. Bagi sektor
perbankan, ini bukan sekadar soal
mengikuti regulasi, tetapi menyesuaikan
ulang seluruh mesin organisasi agar tidak
tergelincir dalam risiko-risiko baru yang
semakin kompleks.
Dalam forum Indonesia Risk
Management Outlook 2026 yang
digelar LPPI November 2025, OJK
menyampaikan sinyal yang jelas: regulasi
akan diperketat. Deputi Komisioner
Pengawas Bank Pemerintah dan Syariah,
Defri Andri, menyebut bahwa risiko kini
menyebar lebih cepat dibanding siklus
ekonomi. “Interkoneksi digital membuat
risiko operasional dapat meluas dengan
cepat. Kegagalan pada satu titik bisa
menjadi risiko sistemik,” kata dia.
Dan memang, pergeseran industri
dapat dilihat dari struktur fisik
perbankan ketika jumlah kantor bank
yang pada 2016 mencapai 32.720 unit kini Defri Andri, Deputi Komisioner
tinggal 23.538 unit per Juni 2025. Bank Pengawas Bank Pemerintah dan
berpindah dari model fisik ke layanan Syariah
digital, tetapi transformasi itu datang Risiko kini
dengan implikasi besar dalam keamanan
siber, integritas data, dan risiko menyebar lebih
operasional yang semakin berlapis. cepat dibanding
Data OJK menunjukkan industri
perbankan masih berada dalam jalur siklus ekonomi.
yang sehat. Kredit tumbuh 7,70 persen Interkoneksi digital
i tengah ekonomi global YoY pada September 2025 dan mencapai
yang bergerak tidak Rp8.163 triliun. Kenaikan ini sebagian membuat risiko
menentu, regulator besar ditopang oleh lonjakan kredit operasional dapat
Dkeuangan Indonesia investasi yang tumbuh 15,18 persen YoY,
tampaknya akan memasuki fase mengindikasikan penguatan aktivitas meluas dengan
kebijakan prudensial yang jauh lebih sektor riil, termasuk manufaktur dan cepat. Kegagalan
agresif. Ya, ketika The Fed menurunkan infrastruktur. Di sisi lain, Dana Pihak
bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75 Ketiga (DPK) meningkat 11,18 persen YoY pada satu titik
persen pada Desember 2025, harga menjadi Rp9.695 triliun, memperbesar bisa menjadi risiko
komoditas menolak turun, dan pasar ruang likuiditas yang tercermin dari LDR sistemik.
keuangan masih memerah akibat yang turun ke 84,19 persen.
ketegangan geopolitik, otoritas tentu Namun, stabilitas tersebut bukan
tidak cuma akan menunggu. Otoritas Jasa tanpa tekanan. Rasio kredit bermasalah
Keuangan (OJK) sedang mempersiapkan (NPL) gross tercatat 2,24 persen,
serangkaian regulasi baru yang akan sedikit naik dibanding akhir 2024. Di
mengubah cara bank beroperasi, sisi likuiditas, alat likuid perbankan
mengelola risiko, dan menata ulang meningkat menjadi Rp2.841 triliun,
sistem digital mereka. sementara rasio AL/DPK naik ke 29,30
Jika satu dekade terakhir adalah persen. Angka-angka itu menunjukkan
era ekspansi kredit dan digitalisasi perbankan relatif kuat menghadapi
cepat, maka 2026 menjadi babak baru gejolak pasar, tetapi bagi OJK dinamika
www.stabilitas.id Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 15

