Page 40 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 40
Anggraini, Direktur Keuangan dan dana (CoF) menurun. Kredit mengalir
Strategi Bank Mandiri. deras. Dan pemerintah melihat tanda-
Untuk makin membuat Sementara itu, BSI menyalurkan tanda awal dari bergulirnya skenario:
arus likuiditas makin lancar sebagian besar kekuatannya ke pendanaan yang lebih murah bagi bank,
di pasar, pemerintah portofolio konsumernya yang luas seperti kredit yang lebih cepat bagi sektor riil.
juga akan bereksperimen pembiayaan gadai dan produk cicilan Untuk makin membuat arus likuiditas
dengan intervensi yang emas, sambil tetap mendorong kredit makin lancar di pasar, pemerintah juga
lebih kecil dan berorientasi ke usaha kecil. Wakil Direktur Utama akan bereksperimen dengan intervensi
pada konsumen. BSI Bob T Ananta, meski demikian, yang lebih kecil dan berorientasi pada
mengatakan pembiayaan yang disalurkan konsumen. Salah satu usulannya adalah
ke pelaku UMKM tetap berjalan. menghapus tunggakan KPR di bawah
Rp1 juta yang belum dibayar bagi
Langkah Tambahan pembeli rumah pertama berpenghasilan
Migrasi likuiditas yang terbengkalai rendah. Ini adalah kebijakan yang
ke pinjaman aktif ini telah memberikan diusulkan oleh Menteri Perumahan dan
dampak yang nyata. Pertumbuhan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar
pasokan uang melonjak menjadi 13,2 Sirait.
persen pada bulan September, naik Namun sebelum menyetujui langkah
dari 8,5 persen pada bulan Agustus dan tersebut, Purbaya ingin memverifikasi
7,6 persen pada bulan Juli 2025. Biaya data dengan OJK. Bahkan langkah-
40 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

