Page 47 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 47
i sebuah pasar yang asuransi
kesehatannya masih dalam
masa transisi, istilah bisa
Ddiubah untuk memberi
kesan ada revisi dan perbaikan. Seperti
juga yang terjadi pada rencana awal
yang diinisiasi pelaku industri dan
juga otoritas terkait pemberlakuan co-
payment: sebuah istilah yang menyebar
beban ke semua stake holder asuransi
terkait biaya kesehatan yang besar. Kini
istilah itu akan berubah menjadi “risk
sharing”.
Regulasi terbaru dari otoritas akan
merombak skema pembagian biaya
dalam produk asuransi kesehatan untuk
masyarakat Indonesia. Namun muncul
pertanyaan: apakah ini terobosan atau
cuma pengemasan ulang dari mekanisme
lama?
Pada 19 Mei 2025, OJK
mengeluarkan SEOJK 7/SEOJK.05/2025 Penggunaan kata co-payment
yang mewajibkan skema pembagian
risiko yang diistilahkan “co-payment”. itu perlu diubah menggunakan
Nantinya pembagian risiko itu frase yang lebih umum yang tidak
diwujudkan dalam produk asuransi terlalu mencerminkan biaya seperti
kesehatan dengan porsi paling sedikit
10 persen dari total klaim — dibatasi pembagian risiko atau risk sharing
maksimal Rp300 ribu untuk rawat jalan deductible atau kata lain.
dan Rp3 juta untuk rawat inap.
Dari situ publik merespons dan
berkeberatan jika harus menambah Ogi Prastomiyono, KEP Perasuransian, Penjaminan, dan Dana
pengeluaran mereka ketika harus Pensiun OJK
membayar biaya kesehatan. Polemik
membesar dan pada akhirnya ketentuan
itu ditunda dan diminta untuk diperbaiki.
Lewat rapat dengan Komisi XI DPR yang lebih umum yang tidak terlalu masyarakat keberatan. Alasan resmi
RI, September lalu, OJK kemudian mencerminkan biaya seperti pembagian inisiasi pembagian beban ini karena
mengumumkan bahwa istilah “co- risiko atau risk sharing deductible atau industri asuransi kesehatan dinilai terus
payment” akan diubah menjadi “risk kata lain. Kemudian besaran persentase menghadapi tekanan. Asuransi kesehatan
sharing”. Kali ini persentase beban biaya pembagian risiko atau yang dulu disebut komersial mencatat pertumbuhan
yang dikenakan kepada masyarakat dengan co-payment itu perlu diturunkan. premi yang lemah seperti terlihat dari
itu akan diturunkan menjadi sekitar Jadi waktu itu SE yang kami keluarkan total premi Januari–Juli 2025 sebesar
5 persen. Regulasi baru, yang akan adalah 10 persen, nanti akan kami Rp 194,55 triliun, hanya tumbuh 0,77
diterbitkan sebagai POJK Penguatan turunkan (jadi) lima persen,” kata Kepala persen YoY. Dalam konteks yang lebih
Ekosistem Asuransi Kesehatan, juga Eksekutif Pengawas Perasuransian, besar, aset industri asuransi komersial
akan mewajibkan perusahaan asuransi Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK per Juli mencapai Rp 948,4 triliun,
menyediakan produk tanpa fitur Ogi Prastomiyono, saat rapat bersama tumbuh 3,99 persen YoY. Risiko moral
pembagian risiko sebagai pilihan bagi dengan Komisi XI DPR RI, September hazard, fraud, dan kenaikan biaya medis
konsumen. 2025. makin menggerogoti profitabilitas.
“Penggunaan kata co-payment Pembagian beban tampaknya Dengan mengambil porsi kecil
itu perlu diubah menggunakan frase tetap akan dilaksanakan, meski dari klaim peserta, regulator berharap
www.stabilitas.id Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 47

