Page 61 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 61

AFPI menerapkan strategi mitigasi
          risiko melalui diversifikasi portofolio,
          penggunaan model kredit yang lebih
          canggih, dan mekanisme penagihan yang
          lebih terstruktur agar risiko konsentrasi
          dapat ditekan.
            Sementara itu, Ketua Bidang Edukasi
          AFPI, Marcella Chandra Wijayanti,
          mengomentari kenaikan TWP90 sebagai
          fenomena musiman yang berkaitan                       EFISIENSI
          dengan kondisi makro. Ia menyatakan            OPERASIONAL,
          bahwa fintech perlu menjaga
          keseimbangan antara pertumbuhan dan      EVALUASI BERKALA
          disiplin risiko.                                    TERHADAP
            Dalam kasus gugatan lender
          sebelumnya, Ketua Umum AFPI Entjik                  KELAYAKAN
          S. Djafar mengingatkan bahwa risiko           PEMINJAM, DAN
          pendanaan dalam skema P2P sepenuhnya   PENGGUNAAN MODEL
          ditanggung oleh pemberi dana.
                                                  ANALISIS DATA YANG
          Akar Kasus Crowde                         CANGGIH MENJADI
            Kasus Crowde menjadi semakin
          kompleks karena perkara tersebut                  BAGIAN DARI          Arthur Adisusanto,
          melibatkan Bank JTrust. Menurut             UPAYA MODALKU              Country Head Modalku
          laporan media, JTrust melaporkan
          dugaan penyaluran pinjaman secara     MENJAGA KESEHATAN
          curang oleh Crowde kepada sejumlah                PORTOFOLIO
          petani yang tidak mengetahui adanya
          pinjaman tersebut. Crowde membantah                 SEKALIGUS
          tuduhan itu melalui kuasa hukumnya dan   MENGURANGI RISIKO
          menyatakan bahwa seluruh penyaluran
          dilakukan melalui mitra pihak ketiga           KREDIT MACET.
          yang telah diverifikasi, serta bahwa
          proyek pertanian merupakan segmen inti
          yang mereka layani.
            OJK memediasi kedua pihak sejak
          Maret 2025, tetapi upaya tersebut tidak   rentannya model pinjam-meminjam   mengambil alih portofolio pinjaman.
          berhasil menghentikan penurunan   tanpa agunan terhadap tekanan ekonomi.  Konsekuensinya, pemulihan dana
          kinerja Crowde sehingga perusahaan   Temuan ini menegaskan bahwa tanpa   berpotensi berlangsung lambat dan
          berakhir pada status “tidak dapat   manajemen risiko yang matang dan   sebagian dana mungkin tidak kembali
          disehatkan”.                      cadangan modal yang memadai, platform   sepenuhnya, sementara borrower
            Dari perspektif makro, kerentanan   seperti Crowde sangat rentan ketika   menghadapi kebingungan mengenai
          P2P lending terhadap guncangan    kondisi makro berubah.             saluran pembayaran dan risiko
          ekonomi bukanlah isu teoretis belaka.   Kini, setelah izin dicabut, Crowde   penagihan di masa depan.
          Penelitian Abdul Khaliq (2025)    wajib membentuk tim likuidasi untuk   Kasus Crowde menegaskan bahwa
          menunjukkan bahwa pandemi Covid-19   menyelesaikan hak dan kewajiban   P2P lending bukanlah instrumen berisiko
          memperburuk rasio gagal bayar 90 hari   lender serta borrower. Namun, proses   rendah. Untuk memastikan pertumbuhan
          di fintech lending di Indonesia. Dalam   likuidasi fintech berjalan jauh berbeda   industri yang berkelanjutan, regulasi
          analisis time-series, Khaliq menemukan   dari perbankan karena tidak ada otoritas   perlu memperkuat mekanisme
          bahwa setelah pandemi dimulai, tingkat   penyelesaian kolektif yang jelas, tidak   likuidasi, penanganan gagal bayar, dan
          default 90 hari meningkat secara   ada skema penjaminan seperti LPS, dan   transparansi perlindungan bagi pemilik
          signifikan, mencerminkan betapa   tidak ada bridge institution yang dapat   dana.*


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 219 / 2025 / Th.XXI 61
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66