Page 60 - Stabilitas Edisi 219 Tahun 2025
P. 60
Arthur juga menegaskan bahwa
Modalku memantau TWP90 secara
berkala dan ketat untuk memastikan
kualitas portofolio tetap terjaga.
Perusahaan juga menjalankan strategi
penyaluran berbasis prinsip kehati-
hatian (prudential) agar pertumbuhan
dapat berlanjut tanpa mengorbankan
kualitas, terutama di tengah
meningkatnya tekanan makroekonomi
seperti penurunan daya beli dan
volatilitas sektor UMKM.
Arthur menyatakan bahwa efisiensi
operasional, evaluasi berkala terhadap
kelayakan peminjam, dan penggunaan
model analisis data yang canggih
menjadi bagian dari upaya Modalku
menjaga kesehatan portofolio sekaligus
mengurangi risiko kredit macet. Ia
menegaskan bahwa fondasi data yang
kuat dan proses verifikasi yang berlapis
adalah kunci di tengah tingginya asimetri
informasi di sektor P2P.
Bagi peminjam Crowde,
kebangkrutan platform tidak menghapus
kewajiban utang. Hukum tetap mencatat
tanggung jawab mereka, tetapi proses
likuidasi melemahkan mekanisme
penagihan karena tidak ada struktur
lembaga penagihan yang mengambil alih
secara jelas. Tanpa organisasi penagihan
aktif yang teridentifikasi, beberapa
borrower melaporkan bahwa mereka
Menurut OJK, Crowde hanya diminta membayar pokok melalui
telah masuk dalam pada pemahaman dan mitigasi yang saluran yang tidak transparan, sementara
pengawasan khusus dilakukan investor. yang lain mengaku tidak pernah
selama beberapa Di tengah situasi ini, Arthur dihubungi. Ketidakpastian ini membuka
bulan. Crowde Adisusanto, Country Head Modalku, potensi moral hazard karena sebagian
gagal memperbaiki memberikan gambaran mengenai orang mungkin menganggap beban
struktur permodalan, bagaimana fintech dengan manajemen utang dapat “hilang” seiring runtuhnya
manajemen risiko risiko yang kuat dapat mempertahankan platform, menciptakan risiko baru bagi
dan tata kelola kinerja lebih baik di tengah tekanan industri secara keseluruhan.
internalnya. industri. Ia menyebut bahwa Modalku Sementara itu, Asosiasi Fintech
mencatat TWP90 sebesar 0,48 persen Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)
per 3 Juni 2025, angka yang jauh di mengeluarkan pernyataan mengenai
bawah rata-rata industri, sebagai hasil meningkatnya tekanan kredit macet
dari manajemen risiko yang ketat. Dia di industri. Sekretaris Jenderal AFPI,
juga mengatakan bahwa pihaknya Tiar Karbala, menyatakan bahwa
menegakka pemodelan kredit yang profil risiko peminjam di P2P lending
matang, serta pendekatan portofolio yang cenderung tinggi karena fluktuasi
lebih selektif terhadap sektor-sektor ekonomi, inflasi, dan kondisi finansial
rentan. individu. Menurut Tiar, para anggota
60 Edisi 219 / 2025 / Th.XXI www.stabilitas.id

