Page 449 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 449

PENYELESAIAN PERMASALAHAN GANTI RUGI PENGADAAN TANAH
                     UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL DI KABUPATEN KENDAL

                                                     Agus Surono
                                   Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia
                                 Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
                                            Email: surono_uai@yahoo.com

                                                       Abstrak
                Permasalahan ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol di Kabupaten Kendal pada
                intinya terdapat tiga permasalahan sebagai berikut: pertama, adanya kesalahan dalam penyusunan
                data  nominatif  objek  tanah  yang  terkena  dampak  tol,  kedua,  adanya  indikasi  murkup  dalam
                pemberian ganti rugi yang disebabkan adanya malladministrasi penyusunan data nominatif objek
                ganti  rugi,  ketiga,  adanya  indikasi  kesengajaan  aparat  terkait  pengadaan  tanah  yang  cenderung
                mempraktekkan adanya penyimpangan dalam proses tahapan pemberian ganti rugi. Dalam proses
                pengadaan  tanah  untuk  pembangunan  jalan  tol  di  27  Desa  di  Kabupaten  Kendal,  Provinsi  Jawa
                Tengah, justru  tidak memperhatikan hak-hak korban dan bahkan cenderung terjadi intimidasi dan
                pelanggaran hak-hak asasi manusia, serta juga terdapat berbagai ”maladministrasi” dalam tahap-
                tahap prosesnya sehingga tidak sesuai dengan ketentuan UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan
                Tanah. Meskipun masyarakat korban pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol juga dilindungi
                dalam  berbagai  peraturan  perundang-undangan,  namun  pada  kenyataannya  praktek  pola-pola
                pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan memposisikan pihak korban pada posisi yang
                lemah, meski sebenarnya korban dilindungi hak-haknya menurut UU No.  5 Tahun 1960 tentang
                Ketentuan  Pokok  Agraria,  terutama  terhadap  lahan  sawah,  rumah  dan  pekarangan  yang  telah
                diberikan  hak  milik  baik  alas  haknya  berupa  girik  maupun  sertifikat  hak  milik.  Selanjutnya  hak
                masyarakat korban jalan tol atas tanah pertanian juga dilindungi berdasarkan UU No. 39 Tahun 1999
                tentang  Hak  Asasi  Manusia,  UU  Nomor  41  Tahun  2009  tentang  Perlindungan  Lahan  Pertanian
                Pangan Berkelanjutan, UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
                Oleh karena itu dalam pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol dalam pelaksanaannya tidak
                boleh terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh oknum Satker PUPR dan juga oleh
                oknum  pejabat/pegawai  BPN  Kabupaten  Kendal,  serta  oknum-oknum  pemerintahan  Kabupaten
                yang terdiri dari Bupati, Camat, Oknum Polsek dan juga oknum Kepala Desa, serta mafia tanah dalam
                proses pelaksanaan pengadaan tanah sesuai tahapan dalam UU No. 2 Tahun 2012 tentang pengadaan
                Tanah.
                Kata kunci: Penyelesaian Ganti Rugi, Pengadaan Tanah, Pembangunan Jalan Tol, Kabupaten Kendal

             I.  Pendahuluan

                  Masalah  ketidaktersediaan  lahan  selalu  menjadi  kendala  yang  serius  dalam  pem-
             bangunan  infrastruktur  di  Indonesia.  Berbagai  permasalahan  tentang  pengadaan  tanah
             untuk  pembangunan  infrastruktur  ini  dapat  menghambat  perkembangan  ekonomi  di
             Indonesia. Hal ini yang untuk selanjutnya menjadi fokus dari Pemerintahan Jokowi yang

             terus  menggenjot  peningkatan  pembangunan  infrastruktur  di  Indonesia.  Berbagai  upaya
             telah dilakukan oleh Pemerintah untuk terus mendukung mensukseskan program ini. Mulai
             dari kemudahan perizinan atau deregulasi perizinan hingga penciptaan peluang kerja sama

             dengan sektor swasta dalam mengembangkan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
                  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar-Dasar Pokok Agraria
             merupakan hukum nasional di bidang pertanahan untuk seluruh rakyat Indonesia. Tanah
             mempunyai  nilai  kerakyatan  sehingga  baik  dalam  pembuatan  kebijakan,  pengambilan


                                                          441
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454