Page 447 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 447

Ibrahim Hasan: Hukum Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk ...     439

                               17
             daerah setempat.  Jadi meskipun dibangun dan disediakan oleh Pengembang, setelah sebuah
             komplek  perumahan  dan/atau  PSU  umum  setelah  selesai  dibuat,  Pengembang  wajib
             menyerahkan  PSU  umum  tersebut  baik  tanah  maupun  bangunannya  kepada  pemerintah
             daerah setempat.

                  Terhadap Fasum dan Fasos yang terkena PTBKU, maka tahap awalnya adalah menge-
             tahui subyek PTBKU atas Fasum dan Fasos tersebut dalam arti siapa pemilik alas haknya.
             Penggantian atas Fasum dan Fasos pada umumnya adalah tanah pengganti, yaitu relokasi

             dan rekonstruksi Fasum dan Fasos di tempat lain yang nilainya sama dengan nilai Fasum dan
             Fasos awal. Penilaian tersebut dihasilkan oleh Tim Penilai/Appraisal.
                  Permasalahan  yang  sering  terjadi  yaitu  Fasum  dan  Fasos  tersebut  sebenarnya  belum
             memiliki alas hak yang sesuai dengan peruntukannya. Misalnya taman kota yang alas haknya

             masih dipegang oleh pihak Pengembang, atau tempat ibadah yang alas haknya adalah hak
             milik pribadi. Jadi bangunan yang ada di atasnya berfungsi sebagai Fasum dan Fasos namun
             alas hak atas tanahnya bukan Fasum dan Fasos.


             C. Kesimpulan dan Saran
             1.  Berbagai aspek pengadaan tanah PTBKU yang belum memiliki pengaturan khusus telah
                diterangkan  pada  bagian  permasalahan  dan  memerlukan  perhatian  pemerintah.  Mes-

                kipun pengaturan umum telah ada dan masih dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan
                kegiatan  PTBKU,  namun  apabila  terdapat  aturan  khusus  yang  mengaturnya  diyakini
                proses pembebasan tanah PTBKU dapat lebih optimal. Disarankan bagi pemerintah untuk
                memperhatikan kemungkinan menerbitkan peraturan khusus terkait PTBKU.

             2.  Diperlukan atau tidaknya suatu pengaturan khusus mengenai aspek-aspek yang belum
                diatur tergantung kepada pemerintah dalam menyikapi berbagai kendala yang selama ini
                terjadi dalam proses pembebasan tanah PTBKU. Masih terdapat ruang untuk melakukan
                penelitian dan kompilasi pengaruh aspek-aspek yang belum diatur khusus tersebut dalam

                menghambat progres pembebasan tanah PTBKU pada proyek-proyek strategis nasional.
             3.  Pemerintah selaku pelaksana pengadaan tanah PTBKU dapat menerbitkan aturan baru
                pengganti undang-undang atau peraturan presiden yang telah berlaku selama 5 tahun

                belakangan,  melakukan  perubahan  atas  aturan  tersebut  dengan  menambahkan  atau
                mengubah  substansi  atau  pasal-pasal,  atau  menerbitkan  aturan  teknis  khusus  melalui
                kementerian/lembaga seperti yang sudah pernah dilakukan melalui Peratuan Mahkamah
                Agung.

             4.  Masih  terdapat  ruang  untuk  pengembangan  tulisan  terkait  pengadaan  tanah  bagi
                kepentingan umum yang penting untuk dibahas. Contohnya masalah hak adat pertanahan
                yang berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia, misal hukum adat tanah di Papua tentu



                17 Peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  9  Tahun  2009  tentang  Pedoman  Penyerahan  Prasarana,
             Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah, pasal 1angka (4).
   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452