Page 446 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 446

438    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



                  Secara teknis sesuai PMK 111/2016, pelepasan Tanah Instansi yang tercatat sebagai BMN
             terbagi  menjadi  dua  bagian  besar  yaitu  BMN  yang  tercatat  pada  Kementerian  Keuangan
             selaku  Pengelola  Barang  dan  BMN  yang  tercatat  pada  Kementerian/Lembaga  yang
             bersangkutan selaku Pengguna Barang.

             a. BMN yang tercatat pada Kementerian Keuangan
                                                                   Diusulkan
                                                                                    Harus disetujui
                   No        Nilai BMN           Pelaksana        untuk dhapus
                                                                                         oleh
                                                                      oleh
                   1    ˃ 10 Milyar Rupiah       Kemenkeu          Kemenkeu            Presiden
                   2    ≤ 10 Milyar Rupiah       Kemenkeu          Kemenkeu               --


             b. BMN yang tercatat pada Kementerian/Lembaga terkait
                                                                   Diusulkan
                                                                                    Harus disetujui
                   No        Nilai BMN           Pelaksana        untuk dhapus
                                                                                         oleh
                                                                      oleh
                   1    ˃ 10 Milyar Rupiah       K/L terkait       Kemenkeu            Presiden
                   2    ≤ 10 Milyar Rupiah       K/L terkait       K/L terkait        Kemenkeu


                  Dalam  hal  ini,  persetujuan  terhadap  peralihan  atau  penghapusan  aset  BMN/D  yang
             tercatat di Kementerian/Lembaga harus mendapatkan persetujuan minimal dari Kemente-

             rian Keuangan yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
                  Permasalahan yang lazim terjadi yaitu koordinasi antar instansi yang masih memiliki alur
             birokrasi yang panjang, baik itu dari instansi yang memerlukan tanah maupun instansi yang
             asetnya  terkena  pembebasan  tanah  demi  kepentingan  umum.  Permasalahan  selanjutnya

             yaitu lamanya perizinan pelepasan atau pemindahan pencatatan aset dari instansi pemilik
             aset yang terkena PTBKU kepada instansi yang memerlukan tanah.


             Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial
                  Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Fasum dan Fasos) terkait PTBKU penanganannya
             hampir sama dengan pembebasan Tanah Instansi. Perbedaannya terletak pada kepemilikan
             atau dasar/alas hak atas tanah Fasum dan Fasos yang lazimnya dimiliki oleh pemerintah

             daerah setempat, apakah itu bupati, walikota, atau pemerintah desa. Fasum dan Fasos ini
             dapat  berbentuk  taman  kota  atau  taman  komplek,  pemakaman  umum  atau  pemakaman
             desa, taman bermain umum, tempat ibadah, dan sebagainya.

                  Salah satu contoh Fasum dan Fasos adalah bangunan atau lokasi Prasarana, Sarana, dan
             Utilitas (PSU) umum yang wajib dibuat dan diserahkan oleh Pengembang kepada pemerintah
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451