Page 467 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 467

Agus Surono: Penyelesaian Permasalahan Ganti Rugi Pengadaan Tanah ...      459


             III. Penutup
             Kesimpulan
                  Berdasarkan uraian tersebut diatas baik dari latar belakang masalah, rumusan masalah
             hingga pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

                 1.  Pertama, bahwa sistem pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan jalan tol
                     sebagaimana diatur dalam UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah, secara
                     yuridis telah memberikan kepastian hukum dan keadilan hak-hak korban, namun

                     demikian  dalam  pelaksanaannya  masih  terdapat  adanya  praktek  mall  administrasi
                     dalam  setiap  tahapan-tahapan  dalam  pengadaan  tanah  dan  bahkan  ada  indikasi
                     markup dalam pelaksanaannya.
                 2.  Kedua,  bahwa  penyelesaian  permasalahan  dalam  pelaksanaan  pengadaan  tanah  di

                     Kabupaten Kendal terdapat dua cara penyelesaian permasalahan yaitu terkait adanya
                     mall  administrasi  harus  dilakukan  pemutahiran  data  nominative  dengan  cara
                     melakukan overlay antara hasil dari Satgas B Pengadaan Tanah dan penghitungan
                     kembali  nilai  besaran  ganti  rugi  berdasarkan  hasil  pemutahiran  data  nominatif.

                     Sedangkan terkait permasalahan yang kedua, terkait adanya indikasi praktek markup
                     harus  dilaporkan  kepada  inspektorat  setempat  dan  juga  sekaligus  kepada  aparat
                     penegak hukum.

             Saran
                  Adapun saran yang dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut:
                  Pertama,  perlu  dilakukan  sosialisasi  terhadap  peraturan  pengadaan  tanah  sehingga
             masyarakat benar-benar memahami akan hak-haknya.

                  Kedua, perlu pelibatan pengawas dari lembaga baik aparat penegak hukum agar dapat
             dilakukan pencegahan praktek mall administrasi, manipulasi dan markup.

             Daftar Pustaka

             Asikin,  Zaenal,  ”Perjanjian  Kerjasama  Antara  Pemerintah  dan  Swasta  Dalam  Penyediaan
                   Infrastruktur  Publik.”  Mimbar  Hukum.  Vol.  25  No.  1.  Februari  2013.  Yogyakarta:
                   Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

             Abdurrahman. 1994. Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan
                   Umum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
             Ganindha,  Ranitya,  ”Urgensi  Pembentukan  Kelembagaan  Bank  Tanah  Sebagai  Alternatif
                   Penyediaan  Tanah  Bagi  Masyarakat.”  Arena  Hukum,  Vol.  9  No.  3  Desember  2016.

                   Malang: Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.
             Haryati, ”Fungsi Sertifikat Hak Atas Tanah Dalam Menjamin Kepastian Hukum.” Hukum dan
                   Dinamika Masyarakat, Vol. 5 No. 1 Oktober 2007.

             Inggrid Lumenta, Angelia, ”Persoalan Ganti Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan
                   Pembangunan.” Lex Privatum, Vol.II No. 3 Oktober 2014.
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472