Page 472 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 472

464    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             Tengah  2×1000  MW  telah  ditandatangani  di  Kantor  Kementerian    Koordinator  Bidang
             Perekonomian di Jakarta. Acara penandatanganan kontrak KPS PLTU Jawa Tengah dihadiri
             oleh  beberapa  unsur  baik  dari  pemerintah  pusat,  pemerintah  daerah,  pimpinan  BUMN,
             pimpinan perusahaan pembangun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua

             Komite  Percepatan  Penyediaan  Infrastruktur  (KKPPI),  Menteri  Keuangan,  Menteri  PPN/
             Kepala  Bappenas,  Menteri  Badan  Usaha  Milik  Negara,  Menteri  Energi  dan  Sumber  Daya
             Mineral, dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gubernur Jawa Tengah, Bupati

             Batang dan Duta Besar Jepang, Dirut PT PLN (Persero), Dirut PT. Penjaminan Infrastruktur
             Indonesia (Persero), CEO J-Power, CEO Itochu, CEO PT Adaro,  serta undangan yang mewa-
                                          8
             kili berbagai institusi terkait.
                  Proyek KPS PLTU Jawa Tengah ini merupakan proyek showcase KPS skala besar pertama

             dengan  nilai  investasi  lebih  dari  Rp  54  Triliun,  sekaligus  proyek  KPS  pertama  yang
             dilaksanakan  berdasarkan  Peraturan  Presiden  No.  67  Tahun  2005  tentang  Kerjasama
             Pemerintah  Dengan  Badan  Usaha  Dalam  Penyediaan  Infrastruktur.  Dokumen  yang
                                                                   9
             ditandatangani terkait Proyek KPS PLTU Jawa Tengah  adalah:
                a.  Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement) antara PT PLN (Persero) dengan
                   pihak pengembang listrik swasta PT. Bhimasena Power Indonesia
                b. Perjanjian Penjaminan (Guarantee Agreement) antara Menteri Keuangan RI dan PT. PII

                   (Persero) sebagai penjamin dengan pihak pengembang listrik swasta PT.BPI.
                c.  Perjanjian Regres (Resourse Agreement) antara Menteri Keuangan RI sebagai penjamin
                   dengan PT. PLN (Persero).
                d. Perjanjian  Regres  (Resourse  Agreement)  antara  PT.  PII  (Persero)  sebagai  penjamin

                   dengan PT. PLN (Persero).
                e.  Sponsor Agreement untuk pengembangan proyek antara J-Power, Ithocu dan Adaro
                  Konsekuensi dari ditetapkannya proyek PLTU Jawa Tengah sebagai salah satu model
             proyek KPS adalah proyek ini mendapatkan penjaminan pemerintah dengan menggunakan

             skema penjaminan bersama antara Pemerintah dan PT.Penjaminan Infrastruktur Indonesia
             (Persero)  berdasarkan  Peraturan  Presiden  Nomor  78  Tahun  2010  tentang  Penjaminan
             Infrastruktur  Dalam  Proyek  Kerjasama  Pemerintah  dengan  Badan  Usaha  yang  dilakukan

                                                              10
             melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur.
                  Tender proyek PLTU Batang dimenangkan oleh konsorsium 3 perusahaan, yaitu (1) PT.
             Adaro Power yang berkedudukan di Jakarta Selatan, (2) J-Power yang disebut juga Electric
             Power Development, Co.Ltd yang berkedudukan di Jepang, dan (3) Ithocu Corporation  pada


                8  Isa  Ismail,  “KendalaInvestasi  di  Era  Otonomi  Daerah  (StudiKasus  Pembangunan  Proyek  PLTU  di
             KabupatenBatang) dalamJurnalPolitikaVol 5 No.1, Oktober 2014. Hal 29-43.
                9  Tri Hayati, Djoni Hartono, Danang Parikesit. “Peluang Investasi di Sektor Ketenagalistrikan: Studi
             Kasus  PLTU  Batang  di  Jawa  Tengah”  disampaikan  pada    Indonesia  Infrastructure  RoundtableIIR  07  di
             Jakarta  19  Juni  2014  diakses  dari  http://infrastructure-roundtable.com/images/downloadable/CaseStudy
             diunduh pada tangggal 15 Pebruari 2016.
                10  Ibid.
   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476   477