Page 475 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 475

Suhadi: Perolehan Tanah untuk Pembangunan PLTU Jawa Tengah ...     467


                  Berdasarkan  izin  lokasi  yang  diperolehnya,  PT.  Bhimasena  Power  Indonesia  telah
             melakukan perolehan tanah melalui perbuatan hukum pelepasan hak atas tanah dari para
             pemilik tanah yang tanahnya masuk dalam lingkup izin lokasi tersebut. Melalui pelepasan
             hak atas tanah maka hubungan hukum antara pemilik dengan tanah menjadi putus, sehingga

             status tanah berubah menjadi tanah negara. Tanah negara yang berasal dari tanah hak inilah
             yang  dimohon  oleh  PT.  Bhimasena  Power  Indonesia  untuk  pembangunan  PLTU  Batang.
             Kegiatan pelepasan hak atas tanah ini di masyarakat lebih dikenal dengan istilah jual beli

             tanah  antara PT.  Bhimasena  Power  Indonesia dengan  pemegang  hak atas  tanah  (pemilik
             tanah), sehingga terjadi pemindahan hak.
                  Pemindahan hak dilakukan melalui cara jual beli langsung antara PT. Bhimasena Power
             Indonesia  dengan  pemilik  tanah.  Terkait  dengan  harga  tanah  yang  dijualbelikan,  data

             penelitian  menunjukkan  bahwa  harga  tanah  dalam  jual  beli  antara  pihak  PT.  Bhimasena
             Power  Indonesia  dengan  warga  mengalami  fluktuasi,  dalam  arti  terjadi  beberapa  kali
             perubahan harga, dimulai dari Rp. 35.000 (tiga puluh limaribu rupiah) per meter persegi,
             menjadi Rp. 40.000 (empat puluh ribu rupiah) per meter persegi, Rp. 50.000 (lima puluh ribu

             rupiah) per meter persegi dan yang paling banyak Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per meter
             persegi. Namun dalam perkembangannya ada juga yang tanah warga dihargai sampai dengan
                                                                     16
             Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah) per meter persegi.  Meskipun tanah milik warga sudah
             dihargai  relatif  tinggi  dibandingkan  dengan  harga  pasaran  di  daerah  tersebut  pada  saat
             dilakukannya  transaksi,  data  penelitian  menunjukkan  masih  ada  warga  yang  tidak  mau
             menjual tanahnya kepada PT. Bhimasena Power Indonesia. Achmad Taqwa Aziz mencatat
             sampai dengan bulan September 2013 jumlah lahan yang sudah dibebaskan mencapai sekitar

             85  persen  atau  sekitar  192  hektar  dari  total  luas  lahan  yang  dibutuhkan  yaitu  226
                     17
             hektar. Secara keseluruhan total tanah yang belum dapat dibebaskan oleh PT. Bhimasena
                                                                      18
             Power Indonesia luasnya mencapai 125.146 meter persegi.


             3.  Perolehan Tanah Untuk Pembangunan PLTU Batang Melalui Pengadaan Tanah
                  Data penelitian juga menunjukkan bahwa melalui instrumen izin lokasi, PT. Bhimasena
             Power  Indonesia  tidak  mampu  memperoleh  tanah  sesuai  kebutuhannya  dalam  rentang

             waktu yang diberikan oleh izin lokasi. Masih ada tanah seluas 125.146 m2 yang tidak dapat
             dibeli dari pemilik tanah. Ketidakmampuan PT. Bhimasena Power Indonesia membebaskan
             tanah dalam tenggang waktu yang diberikan disebabkan karena mengalami kendala, yaitu
             ada  beberapa  pemilik  tanah  yang  tidak  mau  menjual  tanahnya.  Sehubungan  dengan  hal


                16 Berdasarkan  wawancarapeneliti  dengan  beberapa  pejabat  Pemerintah  Kabupaten  Batang,  Kantor
             Pertanahan  Kabupaten  Batang,  perangkat  desa  dan  warga  desa  Karanggeneng,  Ujungnegoro  dan
             Ponowareng Kabupaten Batang.
                17  Achmad Taqwa Aziz, op cit, hal 610.
                18  Lihat Lampiran II Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/35 Tahun 2015 Tentang Persetujuan
             Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Sisa Lahan Seluas 125.146 m2 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
             Uap Jawa Tengah 2 X 1000 MW di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.
   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480