Page 476 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 476

468    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             tersebut, sisa lahan seluas 125.146 m2 akhirnya perolehan tanahnya dilakukan melalui cara
             pengadaan tanah berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012.
                  Penetapan  lokasi  pengadaan  tanah  dilakukan  ole  Gubernur  Jawa  Tengah  melalui
             Keputusan  Gubernur  Jawa  Tengah  Nomor  590/35  Tahun  2015  Tentang  Persetujuan

             Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Sisa Lahan Seluas 125.146 m2 Pembangunan Pembangkil
             Listrik Tenaga Uap Jawa Tengah 2 X 1000 MW di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.
             Dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/35 Tahun 2015 tersebut dengan jelas

             dinyatakan bahwa penetapan lokasi diberikan kepada Unit Induk Pembangunan VIII PT. PLN
             (Persero). Hal ini berarti instansi yang membutuhkan tanah terkait sisa lahan ini bukan lagi
             PT. Bhimasena Power Indonesia tetapi PT. PLN (Persero). Lokasi pengadaan tanah sisa lahan
             seluas  125.146  m2  ini  berada  di  Desa  Karanggeneng  dan  Desa  Ujungnegoro  Kecamatan

             Kandeman, dan Desa Ponowareng  Kecamatan Tulis Kabupaten Batang. Tanah seluas 125.146
             m2 itu terdiri atas 92 bidang tanah yang bidang-bidangnya tersebar (tidak merupakan satu
                   19
             blok)  Secara rinci jumlah bidang tanah di masing-masing desa disajikan pada Tabel 2.


                 Tabel 2: Jumlah Bidang Tanah Per Desa dari Persetujuan Penetapan Lokasi Pengadaan
                                                        Tanah
                   No          Desa                 Nomor Bidang                Jumlah Bidang
                       1       Ujungnegoro            1 s.d 4 dan 33 sd 44                      16
                       2       Karanggeneng         5 s.d 32 dan 45 s.d 66                     49
                       3       Ponowareng            67 s.d 79 dan 80 s.d 92                   27
                                                                  Jumlah                       92


             4. Tanah Untuk Pembangunan PLTU Batang: Tanah Untuk Kepentingan Umum
                yang Dilaksanakan oleh Badan Usaha Swasta
                  Berdasarkan  data  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  perolehan  tanah  untuk  pem-

             bangunan PLTU Batang diperoleh melalui dua cara, yaitu (1) jual beli tanah secara langsung
             antara PT. Bhimasena Power Indonesia dengan pemilik tanah, dengan dasar izin lokasi, dan
             (2)  pelepasan  hak  atau  pembebasan  tanah  melalui  kegiatan  pengadaan  tanah.  Selain  itu,
             terkait dengan cara perolehan tanahnya ini menjadi jelas bahwa pembangunan PLTU Batang

             pada awalnya ditempatkan sebagai proyek swasta, dan tidak sejak awal dikategorikan sebagai
             proyek pembangunan untuk kepentingan umum yang dilakukan oleh pemerintah. Karena
             PLTU Batang dikategorikan sebagai proyek swasta maka tanah untuk Pembangunan PLTU
             Batang diperoleh berdasarkan izin lokasi melalui cara jual beli langsung antara pemilik tanah

             dengan pihak PT. Bhimasena Power Indonesia.





                19  Lampiran  II  Keputusan  Gubernur  Jawa  Tengah  Nomor  590/35  Tahun  2015  Tentang  Persetujuan
             Penetapan  Lokasi  Pengadaan  Tanah  Sisa  Lahan  Seluas  125.146  m2  Pembangunan  Pembangkit  Listruk
             Tenaga Uap Jawa Tengah 2 X 1000 MW di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481