Page 474 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 474

466    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             merupakan bentuk penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Ketiga,
             dalam pandangan pemerintah PLTU Batang merupakan bagian dari program penambahan
             kapasitas  listrik  pada  sistem  Jawa  Bali,  khususnya  penambahan  pembangkit  sistem  Jawa
             Bali.Dengan  tambahan  kapasitas  pembangkit  beserta  jaringan  transmisi  pendukungnya,

             kebutuhan  listrik  nasional  akan  tercukupi  dan  merata  sedemikian  rupa  hingga  rasio
             elektrifikasi  pada  2019  dapat  menyentuh  97%,  yang  dampaknya  diperkirakan  akan
             meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat,  juga  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  dan

             keterserapan tenaga kerja baru.

             2.  Perolehan Tanah Untuk Pembangunan PLTU Batang Melalui Izin Lokasi
                  Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5
             Tahun 2015 tentang Izin Lokasi memberikan pengertian izin lokasi adalah izin yang diberikan

             kepada  perusahaan  untuk  memperoleh  tanah  yang  diperlukan  dalam  rangka  penanaman
             modal  yang  berlaku  pula  sebagai  izin  pemindahan  hak,  dan  untuk  menggunakan  tanah
             tersebut guna keperluan usaha penanaman modalnya. Peraturan Menteri Agraria dan Tata
             Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 2015  merupakan pengganti dari

             Peraturan Menteri Negara Agraria /Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 2 Tahun 1999
             tentang Izin Lokasi.Pasal 3 Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 5 Tahun 2015  ini
             menyatakan bahwa tanah yang dapat ditunjuk dalam izin lokasi adalah tanah yang menurut
             Rencana Tata Ruang Wilayah diperuntukkan bagi penggunaan yang sesuai dengan rencana
             penanaman  modal  yang  akan  dilaksanakan  oleh  perusahaan  menurut  persetujuan  pena-
             naman modal yang dipunyainya.

                  Keputusan Bupati Batang Nomor 460/06/2012 tanggal 6 Agustus 2012 tentang Pemberian
             Izin Lokasi Untuk Keperluan Pembangunan Power Block Untuk PLTU 2 X 1.000 MW Kepada
             PT. Bhimasena Power Indonesia Di Desa Ujungnegoro Desa Karanggeneng Kecamtan Kan-
             deman dan Desa Ponowareng Kecamatan Tulis Kabupaten Batang antara lain menetapkan
             menyetujui pemberian izin lokasi untuk keperluan pembangunan power block untuk PLTU

             Batang kepada PT. Bhimasena Power Indonesia. Dengan demikian, dilihat dari terbitnya izin
             lokasi bagi pembangunan PLTU Batang ini menjadi jelas bahwa PLTU Batang adalah proyek
             penanaman modal yang dilakukan oleh swasta atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa
             pembangunan PLTU Batang adalah proyek badan usaha swasta. Melalui izin lokasi, salah satu
             hal  yang  patut  digarisbawahi  adalah  perolehan  tanah  didasarkan  kepada  pihak  yang

             membutuhkan tanah adalah perusahaan atau badan usaha swasta, bukan melihat penggu-
             naan tanah itu akan digunakan untuk pembangunan apa. Dalam kaitan ini Achmad Taqwa
             Aziz  15   berpendapat  bahwa  jenis  pengadaan  tanah  untuk  pembangunan  PLTU  Batang
             tergolong pengadaan tanah untuk kepentingan swasta dalam rangka menunjang kepentingan
             umum, yaitu penyediaan infrastruktur pembangkit listrik.



                15  Achmad  Taqwa  Aziz.  “Masalah  Pengadaan  Tanah  Untuk  Pembangunan  PLTU  di  Batang”  dalam
             Bhumi, Jurnal Ilmiah Pertanahan. PPPM-STPN Nomor 40 Tahun 13, Oktober 2014, hal 601-620.
   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479